HARI INI

Usia 42 Tahun Hafal 30 Juz Dalam Waktu Singkat

Dibaca .. x

Pepatah "menuntut ilmu di waktu muda seperti mengukir di atas batu, dan menuntut ilmu di waktu tua bagaikan mengukir di atas air", sepertinya tidak berlaku pada orang-orang yang ingin mempelajari Al-Qur'an. Dikutip dari laman youtube ustadz Adi Hidayat Official ada seorang ibu rumah tangga yang bernama Suaibatul Aslamiah, perempuan kelahiran 19 Desember 1978 yang sekarang berumur 42 tahun. Pada usia sekarang, beliau mampu menyelesaikan hafalan 30 juz dengan waktu singkat, hanya kurang lebih sekitar 78 hari. 

Ibu Aslamiah sendiri berasal dari Jambi, dan mengikuti program karantina menghafal Al-Qur'an di Bekasi. Selama karantina beliau meninggalkan keluarganya di jambi yaitu dua orang anak dan suami. Alhamdulillah berkat keinginan ibu Aslamiah yang sangat mulia untuk menghafal Al-Quran serta menghafal ayat suci ini, merupakan cita-cita beliau sejak lama, sehingga mendapatkan dukungan dari keluarganya. Bahkan suami ibu Aslamiah sendiri mengatakan agar ibu Aslamiah tidak kembali sebelum menyelesaikan hafalan. 

Ketika awal menghafal Al Qur'an, Ibu aslamiah mengakui bahwa ada beberapa kendala yang dihadapi seperti susah untuk hafal. Pada youtube ustadz Adi Hidayat beliau menyampaikan bahwa "kendalanya susah hafal dan tidak masuk di kepala, hafal di atas lupa yang di bawah, tapi terus berdoa kepada Allah agar dimudahkan".

Beliau mengatakan bahwa kunci pertama dalam menghafal ialah doa, yang awalnya satu hingga dua halaman sehari, akhirnya bisa menghafal 1 juz sehari. Bahkan beliau sendiri pun terkejut dan tidak menyangka ternyata mampu menghafal dengan waktu singkat. Namun dengan tekad yang kuat dan keinginan yang sungguh-sungguh, ibu Aslamiah ditunjukkan jalan dan kemudahan dalam menghafalkan Al Qur'an. 

Apa yang dialami oleh ibu Aslamiah telah disampaikan Dalam Al Qur'an sendiri bahwa Allah telah menjamin kemudahan bagi mereka yang ingin mempelajari Al Qur'an. Dalam surah Al-Qomar 54 ayat 17. Allah SWT Berfirman, 

وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْاٰنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُّدَّكِرٍ

Artinya: “Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al-Qur'an untuk peringatan, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?”

Selain itu, ada beberapa cara lagi yang bisa dilakukan agar bisa cepat menghafal Al-Qur'an antara lain harus kuat dan sabar, istiqomah, luruskan niat karena Allah, dan bersihkan hati. Menurut ibu Aslamiah, kalau hati ini ada sesuatu atau penyakit hati, Al-Qur'an tidak mau masuk dalam jiwa. Oleh karenanya dianjurkan memperbanyak  istighfar dan mohon kepada Allah SWT agar dijauhkan dari segala bentuk penyakit hati, dengan begitu Al-Qur'an bisa mudah untuk dihafalkan. 

Berbicara mengenai menghafal Kitab Suci Allah, tentu ada banyak keutamaannya. Hal tersebut tertuang dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari Sayyidina Ali, bahwa Nabi Saw bersabda:

مَنْ قَرَأَ الْقُرْآنَ وَحَفِظَهُ أَدْخَلَهُ اللَّهُ الْجَنَّةَ وَشَفَّعَهُ فِي عَشَرَةٍ مِنْ أَهْلِ بَيْتِهِ كُلُّهُمْ قَدْ اسْتَوْجَبُوا النَّارَ

“Barangsiapa membaca Al-Quran dan menghafalkannya, maka Allah akan memasukkannya ke dalam surga serta akan memberi syafaat kepada sepuluh dari keluarganya yang seharusnya masuk neraka.”

Dari hadis di atas dapat disimpulkan bahwa orang yang menghafalkan Al Qur'an memiliki keutamaan yang sangat luar biasa bahkan bisa memasukan keluarganya ke dalam surga. 

Kisah ibu Aslamiah ini bisa menjadikan contoh untuk kita semua, bahwa umur bukan halangan bagi mereka yang ingin mempelajari dan menghafalkan al Qur'an. Semoga dengan artikel ini membuat kita bisa semakin semangat dalam mempelajari Al Qur'an dan semakin mencintainya. Aamiin...

Tebarkan kebaikan dengan membagi artikel ini lewat [WHATSAPP] atau lewat [FACEBOOK]

  • Ajaibnya Isitghfar Pembuat Roti

    Dibaca .. x

    Sebelumnya kita sudah pernah membahas beberapa manfaat dari istighfar, pada artikel yang berjudul istighfar pembuka pintu langit. Kali ini kita kembali menyinggung mengenai istighfar. Istighfar merupakan salah satu cara seorang hamba memohon ampun atas dosa-dosanya. Selain itu juga, dengan istighfar akan semakin mendekatkan diri kepada sang Pencipta. Dibalik kalimat istighfar yang enteng untuk diucapkan ada banyak keajaiban di baliknya. Salah satu contoh keajaiban istighfar terjadi pada seorang penjual roti. Dikisahkan pada saat itu, Imam Ahmad bin Hambal, seorang ulama besar, di masa tua beliau pernah terlintas ingin pergi ke Irak, tanpa alasan yang jelas. Ketika ada kesempatan, beliau segera pergi ke wilayah tersebut. Sesampainya di Irak beliau hendak menunaikan shalat Maghrib di suatu masjid yang dilaluinya. Setelah menunaikan shalat Maghrib Imam Ahmad kemudian beristirahat di masjid tersebut. Ternyata di masjid tersebut dilarang untuk dijadikan tempat beristirahat atau menginap, hanya dikhususkan untuk beribadah saja maka Marbot masjid mendatangi beliau dan meminta beliau untuk tidak menginap di masjid. Marbot masjid berkata "Apa yang anda lakukan disini?",

    Imam Ahmad menjawab, "Saya ingin menginap karena saya tidak memiliki kerabat di sini."

    Namun dengan penjelasan beliau Marbot masjid tetap melarangnya dan tidak mengizinkan untuk tidur di masjid tersebut. Imam Ahmad benar-benar tidak memiliki kerabat di daerah tersebut, sehingga saat marbot masjid menyuruhnya untuk pergi beliau menurutinya dan keluar dari masjid. Tetapi beliau kembali lagi ke masjid untuk beristirahat. Marbot masjid kembali mendatangi beliau dan tetap melarang beliau untuk menginap. Diriwayatkan bahwa marbot masjid mendorong tubuh Imam Ahmad hingga ke jalan. Ternyata masjid tersebut bersebelahan dengan toko penjual roti. Pemilik toko roti melihat kejadian ketika Imam Ahmad didorong oleh marbot masjid. Karena iba, penjual roti memanggil Imam Ahmad dan mengajak Beliau untuk menginap di rumahnya. Saat di rumah penjual roti ada sesuatu yang unik yang menarik perhatian Imam Ahmad, yaitu setiap penjual roti mengaduk rotinya si pembuat roti selalu mengucapkan kalimat "Astagfirullah wa atubu ilaih". Baik saat mengaduk roti, mengambil garam, mencampurkannya dan melakukan segala aktivitasnya, si pembuat roti ini tak pernah lepas dari kalimat istighfar kecuali saat si pembuat roti sedang bertanya kepada Imam Ahmad atau Imam Ahmad menanyainya dan penjual roti menjawab. Tapi saat tidak bercakap atau berbincang penjual roti kembali melafadzkan istighfar. Karena melihat perilaku si pembuat roti yang konsisten melafadzkan istighfar, Imam Ahmad bertanya kepada si pembuat roti, "Sejak kapan anda mengamalkan hal tersebut?"

    Penjual roti menjawab, "Sudah lama, sejak saya masih bujang".

    "Lantas apa yang didapat dari istighfar ini", sahut Imam Ahmad.

    Penjual roti menjawab lagi, "Semua permintaanku dikabulkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala, namun ada satu yang belum diijabah oleh Allah, yaitu saya ingin dipertemukan dengan Imam Ahmad bin Hambal". Mendengar pernyataan pembuat roti ini, Imam Ahmad langsung bertakbir dan mengatakan bahwa, "Istighfar mu lah yang membuatku datang ke kota ini tanpa alasan, istighfar mu lah yang membuat Marbot masjid mendorong-dorong ku hingga keluar dari mesjid, istighfar mu lah yang membuat saya datang ke rumahmu, karena saya adalah Imam Ahmad bin Hambal." Dari kejadian di atas bisa ditarik kesimpulan bahwa istighfar dapat mendatangkan keajaiban. Dalam kisah diatas, seharusnya pembuat roti lah yang mendatangi seorang ulama. Namun karena kalimat istighfar, Allah SWT mendatangkan ulama tersebut ke rumah si pembuat roti. Begitulah keajaiban istighfar bekerja bahkan hal yang tidak bisa dilogikakan dan diluar nalar manusia, bisa terjadi jika Allah menghendaki.

    Tebarkan kebaikan dengan membagi artikel ini lewat [WHATSAPP] atau lewat [FACEBOOK]

  • Kisah Penyanyi yang Menjadi Penghapal Quran Terkenal

    Dibaca .. x
    Di artikel ini kami akan membahas mengenai seorang qori internasional yang memiliki suara merdu dan indah. Tentu kita sudah tidak asing dengan beliau yaitu Mishary Rashid Al-Afasy, atau lebih dikenal dengan sebutan Al-Afasy.

    Dilahirkan di Kuwait pada 5 September tahun 1976, Beliau pernah berkuliah di sekolah Islam Madinah.  

    Sebelum menjadi qori seperti sekarang ini, siapa sangka Al-Afasy dulunya adalah seorang penyanyi. Namun hidayah datang ketika Al-Afasy bertemu dengan sahabatnya, kemudian sahabatnya tersebut mengatakan, "Engkau ini bagaimana, saya yang dititipkan suara tidak sebagus engkau, masih bertanya pada diri saya bagaimana nanti Allah menghisab suara saya, karena itu saya gunakan untuk baca Qur'an, engkau yang dititipkan suara yang bagus kenapa tidak digunakan untuk baca Qur'an, dan memberikan hidayah pada orang lain dengan izin Allah, anda akan ditanya." 

    Setelah mendengar kata-kata dari sahabatnya itu Al-Afasy seketika jatuh tersungkur dan menangis. Beliau bermuhasabah diri atas segala tindakan yang dilakukannya selama ini, lalu setelah kejadian itu, beliau berjanji untuk mewakafkan suaranya dalam kebaikan, dan digunakan untuk menghafal Al-Qur'an. 

    Karena niat dan tekad yang sungguh-sungguh Allah SWT memberikan kemudahan beliau untuk menghafal Alquran. Dan beliau bisa menghafal seluruh isi Quran sebanyak 30 juz selama 2 tahun. Tepatnya pada tahun 1992 sampai dengan tahun 1994.

    Kemudian dari  yang awalnya hanya terkenal sebagai penyanyi lokal di Kuwait setelah menghafal Alquran maka seluruh dunia khususnya umat Islam mengenal beliau dari suara beliau yang merdu saat membacakan Al-Qur'an. Irama yang sering beliau gunakan yaitu Nahawand, Bayyati, Hijaz, Ros dan lainnya.

    Selain hafiz, Beliau juga memiliki nasyid yang berjudul Rahman yang beliau nyanyikan Bersama Khutmat Kadyrof yang merupakan seorang putri dari Presiden Federal Rusia pada tahun 2007 yaitu Ramzan Kadyrof. 

    Banyak penghargaan yang sudah di dapat oleh Al-afasy. Pada 25 Oktober 2008, Al-Afasy menerima penghargaan Arab Creativity Oscar yang disponsori oleh Sekjen Liga Arab, Amir Musa, atas jasa-jasanya dalam mendakwahkan ajaran Islam yang damai dan santun dengan memanfaatkan berbagai media.

    Bagi Anda yang ingin mendengar lantunan bacaan Al-Quran Al-Afasy, beliau memiliki 2 Saluran Ruang khusus dalam pembacaan Al-Qur'an, yang pertama adalah Al-Afasy TV dan yang kedua adalah Al-Afasy Q.

    Allah menjanjikan surga dan kemuliaan bagi mereka yang menghafalkan Alquran. Oleh karena itu menumbuhkan semangat untuk membaca Al-Qur'an itu penting khususnya untuk diri sendiri, juga mengajar anak-anak kita sejak dini untuk mencintai Al-Quran. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda. “Siapa yang membaca Alquran, mempelajarinya dan mengamalkannya, maka dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari kiamat, cahayanya seperti cahaya matahari, kedua orang tuanya dipakaikan dua jubah (kemuliaan), yang tidak pernah didapatkan di dunia, keduanya bertanya: mengapa kami dipakaikan jubah ini? Dijawab “Karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Alquran”. (HR. Al Hakim). 

    Berdasarkan hadits di atas, menghafal Alquran bukan hanya memasukkan diri sang penghafal ke dalam surga tetapi juga mengajak orang tuanya untuk masuk ke dalam surga. 

    Semoga artikel ini bisa bermanfaat dan menambah pengetahuan serta meningkatkan keimanan kita. Aamiin.
    Tebarkan kebaikan dengan membagi artikel ini lewat [WHATSAPP] atau lewat [FACEBOOK]