HARI INI

Doa dan Amalan Ketika Bermimpi Buruk

Dibaca .. x

Setiap orang pasti pernah bermimpi saat sedang tidur, mimpi adalah sesuatu yang di luar kendali orang yang sedang bermimpi. Dikutip dari wikipedia, mimpi adalah pengalaman bawah sadar yang melibatkan penglihatan, pendengaran, pikiran, perasaan, atau indra lainnya dalam tidur, dan mustahil terjadi di kehidupan nyata.

Mimpi dapat dibagi menjadi tiga jenis yaitu mimpi yang menyenangkan, mimpi buruk, dan yang berasal dari pikiran kemudian menjadi mimpi saat terlelap. Diantara ketiga jenis mimpi tersebut, mimpi yang datangnya dari setan adalah  mimpi buruk.

Hal tersebut pernah disabdakan oleh Rasulullah SAW, beliau berkata :

"Ada tiga jenis mimpi: mimpi yang benar yang merupakan kabar gembira dari Allah, mimpi yang menyebabkan kesedihan adalah dari setan, dan mimpi dari pikiran. (Sahih Muslim ).

 Pernyataan yang mengatakan bahwa mimpi buruk berasal dari setan, diperkuat dalam hadis lain yang berbunyi:

 “Mimpi buruk berasal dari setan, maka jika salah seorang diantara kalian bermimpi buruk, hendaklah meminta perlindungan kepada Allah karenanya.” (HR. Al Bukhari).

Diantara mimpi yang pernah  dialami tentu ada beberapa mimpi yang tidak menyenangkan atau mimpi buruk berikut kami sudah merangkum hal apa saja yang bisa dilakukan ketika sedang mengalami mimpi buruk.

Doa dan Amalan Ketika Bermimpi Buruk

Karena mimpi adalah sesuatu yang di luar kendali orang yang bermimpi, oleh karenanya siapapun bisa saja mengalami mimpi yang buruk hingga membuat takut dan sedih. Akan tetapi sebagai seorang muslim ada beberapa adab dan langkah yang bisa dilakukan jika sedang mengalami mimpi buruk.

Berikut beberapa yang dapat dilakukan ketika mengalami mimpi buruk:

Doa

Rasulullah SAW mengajarkan kepada seseorang yang sedang bermimpi buruk untuk segera berdoa dan memohon perlindungan kepada Allah SWT agar di hindarkan dari perasaan cemas dan sedih. Ada dua doa yang perlu diketahui dan diamalkan jika terjadi hal tersebut.

Doa Jika Bermimpi Buruk

 هُوَ اللّٰهُ اَللّٰهُ رَبِّيْ لَا شَرِيْكَ لَهُ. أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللّٰهِ التَّامَّةِ مِنْ غَضَبِهِ وَمِنْ شَرِّعِبَادِهِ وَمِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِيْنِ وَأَنْ يَحْضُرُوْنِ

Dialah Allah, Allah Tuhanku. Tiada sekutu bagi-Nya. Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari kemurkaan-Nya, kejahatan para hamba-Nya, dan godaan setan. Aku pun berlindung kepada-Nya dari kepungan setan itu.

Doa Jika Bermimpi Buruk dan Meminta Perlindungan 

 أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ مِنْ غَضَبِهِ وَعِقَابِهِ وَشَرِّ عِبَادِهِ وَمِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ وَأَنْ يَحْضُرُونِ

Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari kemarahan-Nya, siksaan-Nya, dan dari kejahatan hamba-hamba-Nya dan, dan dari godaan setan, serta jangan sampai setan mendatangiku (pada saat kematianku).

 Amalan yang diajarkan Rasulullah

Selain membaca doa yang sudah disebutkan sebelumnya, amalan selanjutnya yang bisa dikerjakan Apabila seseorang mengalami mimpi buruk adalah segera meniup atau meludah ke sebelah kiri kemudian membaca ta'awudz, hal tersebut dijelaskan dalam sebuah hadis yang berbunyi:

“Mimpi yang baik itu dari Allah. Sedangkan mimpi yang buruk itu dari setan. Jika salah seorang dari kalian bermimpi yang tidak ia sukai, maka hendaknya ia meniup ke sebelah kirinya tiga kali dan membaca ta’awwudz sebanyak tiga kali. Kemudian setelah itu hendaknya ia membalik tubuhnya ke sisi yang lain, dengan demikian tidak ada lagi yang membahayakan dan jangan ceritakan kepada seorang pun mimpi tersebut.”

Seperti yang dijelaskan pada hadis di atas, setelah meniup dan membaca Ta'awudz maka segeralah balikkan badan ke sisi yang lain dan bisa melanjutkan untuk tidur.

Jangan Menceritakan Mimpi Buruk

Alangkah lebih baiknya mimpi buruk tidak diceritakan kepada orang lain, karena ditakutkan mimpi buruk yang diceritakan akan menjadi kenyataan. Hal tersebut juga dijelaskan dalam sebuah hadis yang berbunyi:

 “Mimpi itu berada di kaki burung (mengambang) selama tidak di ta’birkan/ditafsirkan, jika dita’birkan bisa jadi mimpi itu akan terjadi.”

Pernyataan tersebut juga diperkuat dalam hadis lain yang berbunyi:

“Apabila setan mempermainkan salah seorang dari kalian di dalam tidurnya, maka janganlah ia menceritakannya kepada orang lain.” (HR Muslim)

Oleh sebab itu orang yang mengalami mimpi yang tidak menyenangkan atau mimpi buruk sebaiknya bisa menahan diri untuk tidak menceritakannya kepada orang lain tapi memohon perlindungan kepada Allah SWT.

Demikian beberapa doa dan amalan yang bisa dilakukan ketika mengalami mimpi buruk. Semoga artikel ini bisa bermanfaat dan menambah pengetahuan.

Tebarkan kebaikan dengan membagi artikel ini lewat [WHATSAPP] atau lewat [FACEBOOK]

  • Membentengi Diri dari Penyakit Ain'

    Dibaca .. x

    Tidak semua yang ada dimuka bumi ini bisa dilogikakan, ada beberapa hal yang di luar nalar manusia namun benar adanya. Seperti sesuatu yang ghaib dan tidak mampu dijelaskan secara ilmiah. Salah satunya adalah penyakit Ain' yang akan kita bahas dalam artikel ini. 

    Menurut KBBI Ain' memiliki arti mata, dalam Islam Ain' dipercaya sebagai penyakit yang disebabkan oleh pandangan mata dan mampu mengganggu kehidupan. Efeknya menimbulkan penyakit bagi manusia dan dapat merusak benda. 

    Rasulullah SAW bersabda:

    ‘Ain itu nyata, dan jikalau ada sesuatu yang dapat mendahului ketetapan Allah, maka itu adalah ‘ain (HR. Muslim no. 2188).

    Pandangan yang dimaksud bukan hanya pandangan iri dan dengki tapi juga pandangan kagum seseorang dapat membawa dampak negatif. 

    Oleh karena itu sebaiknya kita mengetahui bagaimana cara membentengi diri dari penyakit Ain'. Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan sesuai anjuran Rasulullah SAW. 

    Membentengi Diri dari Penyakit Ain'

    Langkah yang bisa dilakukan agar terhindar dari penyakit Ain' :

    Membaca Surah Al-Falaq dan An-Naas

    Langkah pertama yang bisa dilakukan yaitu membaca mu’awwidzatain (dua surat pelindung), yaitu Al-Falaq dan An-Naas. Hal tersebut sesuai dengan anjuran Rasulullah SAW yang juga kerap membaca dua surah tersebut untuk meminta perlindungan kepada Allah SWT. 

    Diriwayatkan oleh Abu Sa’id Al-Khudri ra. Rasulullah SAW memohon perlindungan dengan membaca keduanya (Al-Falaq dan An-Naas) dan meninggalkan yang lain (HR. Tirmidzi no. 2198; Imam Tirmidzi menilai hadis ini hasan).

    Dua surah ini merupakan surah yang cukup pendek dan tentu kita semua hafalkan. Oleh karena itu ada baiknya untuk selalu memohon perlindungan kepada Allah dengan melafalkan dua surah tersebut di berbagai kesempatan. 

    Doa Nabi Ibrahim

    Selanjutnya yang bisa dilakukan adalah membaca doa Nabi Ibrahim. Doa ini bertujuan untuk memohon perlindungan kepada Allah SWT agar dijauhkan dari godaan setan, racun dan pandangan iri seseorang. 

    Dalam hadis yang diriwayatkan imam Bukhari menyebutkan bahwa Rasullulah pernah membacakan doa ini untuk kedua cucu beliau, yaitu Hasan ra. dan Husein ra. Lafaznya adalah sebagai berikut:

    أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ ، وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لاَمَّةٍ

    Artinya :

    Aku berlindung dengan kalimat Allah yang Maha Sempurna dari setiap setan dan racun, dan dari setiap mata yang iri. 

    Memohon Keberkahan

    Penyakit ain' bukan hanya bisa disebabkan oleh pandangan iri dan dengki saja, namun pandangan kagum seseorang atas orang lain pun bisa menyebabkan penyakit ain'. Oleh karena itu dianjurkan untuk kita agar selalu memohon keberkahan terhadap orang lain yang kita lihat. Sehingga pandangan tersebut tidak berdampak negatif bagi orang tersebut. 

    Imam Ahmad bin Hanbal meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW memerintahkan agar seseorang mendoakan keberkahan untuk saudaranya jika melihat kebaikan pada saudaranya itu (HR. Ahmad no. 15144).

    Dari hadis di atas bisa disimpulkan bahwa setiap yang membuat takjub dan kagum ada baiknya untuk tidak memujinya secara berlebihan, serta memohon keberkahan atas apa yang dilihat agar tidak menimbulkan penyakit ain'. 

    Itu tadi beberapa langkah yang bisa dilakukan sebagai bentuk ikhtiar agar terhindar dari penyakit Ain', semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan seputar penyakit Ain'. Aaminn

    Tebarkan kebaikan dengan membagi artikel ini lewat [WHATSAPP] atau lewat [FACEBOOK]

  • Fadillah Dibalik Menjawab Azan

    Dibaca .. x

    Seperti yang diketahui bersama bahwa azan merupakan seruan atau panggilan yang ditujukan kepada seluruh umat muslim untuk menunaikan shalat. Shalat sendiri dikerjakan sebanyak lima kali dalam sehari itu artinya azanpun akan dikumandangkan sebanyak waktu sholat.

    Azan sendiri tidak pernah putus dari daerah satu ke daerah lainnya, bahkan azan terus berlanjut ke seluruh penjuru dunia. Bersyukurnya di Indonesia sendiri azan dikumandangkan menggunakan pengeras suara, sehingga memudahkan orang menandai masuknya waktu shalat, mengingat ada beberapa negara yang melarang suara azan keluar dari area masjid.

    Selain sebagai penanda masuknya waktu shalat, ternyata azan memiliki fadilah lain yang sering diabaikan yaitu menyahut atau menjawab panggilan azan.

    Berikut kami sudah merangkum tata cara dan beberapa amal yang akan diperoleh jika menyahut panggilan azan :

    Tata Cara Menyahut Azan

    Bagi umat muslim menjawab panggilan azan merupakan amalan yang disunnahkan. Menjawab azan yang dimaksud adalah ketika azan dikumandangkan maka kita bisa mengikuti apa yang diucapkan oleh muazin, kecuali Hayya alash-shalah", "Hayya alal-falah", dan "Assolaatu khairum minan-naum" (dalam azan Subuh).

    Saat muazin mengucapkan "Hayya alash-shalah" atau "Hayya alal-falah", maka disunahkan menjawabnya dengan lafaz "La haula wa la quwwata illa billahil 'aliyyil 'azhim" yang artinya "Tiada daya dan tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah". Ketika muazin mengucapkan "Ashsalatu khairum minan-naum" Saat azan Subuh, disunahkan menjawabnya dengan lafadz "Shadaqta wa bararta wa ana 'ala dzalika minasy syahidin" yang memiliki arti "Benarlah engkau dan baguslah ucapanmu dan aku termasuk orang-orang yang menyaksikan kebenaran itu".

    Adapun doa yang bisa dipanjatkan setelah mendengar azan yaitu sebagian berikut :

     اللَّهُـمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلاَةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ

     Ya Allah, Tuhan pemilik panggilan yang sempurna (azan) ini dan shalat (wajib) yang akan didirikan. Berilah Al-Wasilah (derajat di Surga, yang tidak akan diberikan selain kepada Nabi) dan fadhilah kepada Muhammad SAW. Dan bangkitkanlah Beliau SAW sehingga bisa menempati maqam terpuji yang telah Engkau janjikan. (HR. Bukhari  No. 614)

    Adapun kebaikan serta pahala yang didapat ketika menjawab adzan adalah:

    Ganjaran Surga

    Bagi yang mendengar seruan azan kemudian menjawabnya, maka Allah SWT akan memberinya ganjaran surga. Sebagaimana yang disebutkan dalam sebuah hadis, diriwayatkan dari Umar bin Khattab Ra, Rasulullah SAW bersabda,

    Ketika muadzin mengumandangkan, Allahu akbar.. Allahu akbar, Lalu kalian menjawab: Allahu akbar… Allahu akbar, Kemudian muadzin mengumandangkan, Asyhadu anlaa ilaaha illallaah...Lalu kalian menjawab, Asyhadu allaa ilaaha illallaah…  dan seterusnya… hingga akhir azan siapa yang mengucapkan itu dari dalam hatinya maka akan masuk surga. (HR. Muslim 385, Abu Daud 527 dan yang lainnya).

    Diampuni Dosa-dosa

    Ketika azan dikumandangkan kemudian bersyahadat sebagaimana isi dari azan tersebut maka Allah SWT akan mengampuni dosa-dosanya. Bisa dibayangkan azan diserukan selama 5 kali dalam sehari maka Allah SWT akan mengampuni kita sebanyak seruan azan setiap kali kita menjawabnya.

    Hal tersebut tertuang dalam sebuah hadis Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang ketika mendengarkan adzan dia mengucapkan: Aku bersaksi bahwasanya tiada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah SWT dan bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah SWT. Siapa yang mengucapkan itu maka dosa-dosanya akan diampuni”. (HR Ahmad dan Muslim).

    Semoga dengan artikel ini akan menambah pengetahuan serta meningkatkan keimanan kita kepada Allah SWT. Aamiin

    Tebarkan kebaikan dengan membagi artikel ini lewat [WHATSAPP] atau lewat [FACEBOOK]

  • Adab Mengunjungi Orang Sakit

    Dibaca .. x

    Kesehatan adalah sesuatu yang mahal, bagaimana tidak, banyak orang yang menghabiskan uangnya untuk berobat sebagai upaya ikhtiar agar dapat sembuh.

    Lebih dari itu ada orang yang memiliki segalanya tapi segalanya tidak bisa dinikmatinya karena sedang diuji dengan sakit. Oleh karenanya kesehatan merupakan hal yang perlu dijaga sebagai bentuk syukur kepada sang Pencipta. 

    Mungkin disekitar kita ada orang yang sekarang sedang diuji dengan rasa sakit, baik keluarga, tetangga atau rekan kerja. Sebagai seorang muslim, kita diajarkan untuk saling menjenguk orang yang sakit, sebagai bentuk dukungan dan kepedulian kita terhadapnya. Dengan harapan orang yang dijenguk akan merasa senang dan menghapus kesedihannya. 

    Dalam Islam dianjurkan untuk menjenguk orang yang sedang sakit, dalam sebuah hadis disebutkan keutamaan jika menjenguk orang sakit, Rasulullah SAW bersabda, 

    Keutamaan Mengunjungi Orang Sakit 

     مَنْ أَتَى أَخَاهُ الْمُسْلِمَ عَائِدًا مَشَى فِي خِرَافَةِ الْجَنَّةِ حَتَّى يَجْلِسَ فَإِذَا جَلَسَ غَمَرَتْهُ الرَّحْمَةُ فَإِنْ كَانَ غُدْوَةً صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُمْسِيَ وَإِنْ كَانَ مَسَاءً صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُصْبِحَ 

    Rasulullah ﷺ bersabda, "Jika seseorang berkunjung kepada saudaranya yang muslim (yang sedang menderita sakit), maka seakan-akan dia berjalan-jalan di surga hingga duduk. Apabila sudah duduk, maka dituruni rahmat dengan deras. Jika dia berkunjung di pagi hari maka 70 ribu malaikat mendoakannya agar mendapat rahmat hingga sore hari. Jika dia berkunjung di sore hari, maka 70 ribu malaikat mendoakannya agar diberi rahmat hingga pagi hari." (HR. Ibnu Majah no. 1442) 

    Tapi tahukah anda bahwa menjenguk orang sakit pun ada adabnya, berikut kami rangkum adab saat menjenguk orang yang sedang sakit. 

    Adab Menjenguk Orang Sakit

    Memperhatikan Waktu Kunjungan dan Lama Berkunjung

    Walaupun kita dianjurkan untuk menjenguk orang yang sakit, tapi alangkah baiknya untuk tetap memperhatikan waktubsaat ingin berkunjung, usahakan berkunjung diwaktu yang tepat, hindari waktu istirahat, waktu sibuk atau waktu yang digunakan untuk berobat. 

    Lama kunjungan juga harus menjadi perhatian, jangan sampai karena kehadiran kita malah mengganggu orang yang sakit, atau ketika orang sakit tadi ingin istirahat tapi tidak enak meminta kita pulang. Maka dari itu diharapkan untuk bisa melihat situasi dan kondisi. namun hal tersebut tidak berlaku jika orang sakit tadilah yang meminta kita agar tinggal lebih lama untuk menjaganya atau karena kehadiran kita membuatnya kegimbara. 

    Tidak Mengajak Ngobrol Terlalu Lama

    Adab selanjutnya ketika menjenguk orang yang sedang sakit adalah tidak mengajak untuk mengobrol terlalu lama, atau bertanya sesuatu yang memicu orang yang sakit tadi untuk menjelaskan panjang lebar.  Karena orang yang sedang sakit tenaganya menurun dan butuh istirahat yang cukup. 

    Oleh karena itu sebaiknya kita sebagai penjenguk bisa memahami keadaannya dan dengan kehadiran kita diharapkan bisa membuatnya kembali bersemangat menjalani hidup dengan memberi kata-kata motivasi, dalam sebuah hadis ada ucapan yang bisa disampaikan kepada orang yang sakit tersebut, yaitu: 

     لاَ بَأْسَ طَهُورٌ إِنْ شَاءَ اللَّهُ 

    Jangan khawatir, (sakit-mu) ini akan membersihkanmu (dari dosa) insya Allah. (HR. Bukhari no. 5656) 

    Membawa Buah Tangan

    Ketika berkunjung ketempat orang yang sedang sakit alangkah baiknya tidak datang dengan tangan kosong, bawalah buah tangan, Tidak perlu mahal sesuaikan dengan kemampuan dan keikhlasan hati anda. Serta perhatikan buah tangan yang kita bawa, misalkan yang dibawa kue maka usahakan kue tersebut merupakan makanan yang bukan pantangan untuk dimakan orang yang sakit tadi. 

    Catatan: Jika orang yang sakit tadi tidak berselera untuk memakan makanan yang kita bawa, maka jangan memaksanya. 

    Lebih dari pada itu ada hal yang lebih penting dari membawakan buah tangan, yaitu doa. Mendoakan orang yang sakit merupakan kewajiban dan akhlak baik seorang muslim. Disamping itu dengan doa yang kita panjatkan diharapkan Allah SWT mengangkat penyakit orang yang sakit tadi. 


    Tebarkan kebaikan dengan membagi artikel ini lewat [WHATSAPP] atau lewat [FACEBOOK]

  • Perbedaan Kalender Tahun Hijriah dan Tahun Masehi

    Dibaca .. x

     Perbedaan Kalender Tahun Hijriah dan Tahun Masehi

    Keberadaan kalender memungkinkan kita untuk mengetahui tanggal beserta peristiwa bersejarah yang ada dibaliknya. Kalender juga bermacam-macam jenisnya, salah satu yang paling dikenal ialah kalender tahun hijriah dan tahun masehi. Pengguna kalender hijriah mayoritas ialah orang beragama Islam. Kalender hijriah dijadikan pedoman oleh umat islam untuk melakukan kegiatan agama.

    Berikut akan kami jabarkan lebih jauh beberapa perbedaan dari kedua kalender ini:

    1. Jumlah Hari

    Kalender masehi memiliki jumlah hari sebanyak 31 dalam sebulan, sedangkan kalender hijriah hanya memiliki 29 sampai 30 hari.

    2. Perhitungan Tanggal

    Perhitungan tanggal kalender hijriah mengacu pada pergerakan bulan, sedangkan kalender masehi berpedoman pada pergerakan matahari.

    3. Bentuk Angka Tanggal

    Mengingat kalender hijriah erat kaitannya dengan agama Islam, maka penanggalan kalender hijriah menggunaan ejaan Arab. Sedangkan kalender masehi menggunakan alfabet.

    4. Sejarah Penanggalan

    Tanggal 1 pada kalender masehi ialah hari kelahiran Nabi Isa AS, sedangkan tanggal 1 pada kalender hijriah merupakan hari saat Nabi Muhamad SAW melakukan hijrah dari Mekah ke Madinah.

    Itulah beberapa dari banyak perbedaan lain kalender tahun Masehi dan tahun Hijriah. Keduanya masih digunakan hingga saat ini, namun kalender masehi masih yang lebih umum digunakan mengingat bentuk angka tanggal menggunakan alfabet sehingga lebih mudah dipahami.

    Tebarkan kebaikan dengan membagi artikel ini lewat [WHATSAPP] atau lewat [FACEBOOK]

  • Keutamaan bangun di waktu subuh

    Dibaca .. x

    Bangun di waktu subuh merupakan awal yang baik untuk memulai hari, sebab bangun pada waktu tersebut dapat meningkatkan produktivitas, serta mempengaruhi kondisi fikiran seseorang seharian penuh.

    Namun bangun subuh masih menjadi hal yang susah dikerjakan bagi sebagian orang, apalagi bangun sebelum subuh. Bahkan Masih banyak di antara kita yang tidur kembali setelah menunaikan shalat subuh.

    Dalam islam, Hal tersebut merupakan kebiasaan yang kurang baik. Sebab banyak kerugian yang  diperoleh seperti melewatkan keberkahan yang diturunkan Allah SWT di waktu subuh, dalam sebuah Hadis Rasulullah SAW bersabda “Keberkahan bagi umatku mengalir di waktu pagi buta mereka,” (HR Ath Thabrani dalan Al Ausath).

    Dalam artikel ini kami sudah merangkum beberapa keutamaan bangun di waktu subuh.

    Keutamaa bangun di waktu subuh

    1. Mempermudan Datangnya Rezeki

    Waktu subuh merupakan kesempatan yang baik untuk memohon rezeki, sebab pada waktu inilah Terdapat barokah dan keberuntungan. Banyak amalan-amalan pelancar rezeki yang bisa Anda lakukan seperti sholat sebelum subuh, bersedekah, menunaikan sholat berjamaah, berzikir dan masih banyak amalan yang bisa dilakukan saat waktu subuh. Tentu waktu ini berbeda dengan waktu lain yang hanya pada waktu tersebut amalan yang sudah disebutkan tadi bekerja.

    Rasulullah SAW pernah berkata kepada anak beliau Fatimah, beliau bersabda ”Wahai anakku, bangunlah, saksikan rezeki Tuhan-mu dan janganlah kamu termasuk orang yang lalai, Karena Allah memberi rezeki kepada hamba-Nya antara terbit fajar dengan terbit matahari. ” (H.R. Imam Ahmad Dan Al-Baihaqi)

    Oleh karenanya sangat di sayangkan orang yang melewatkan waktu subuh.

    2. Motivasi lebih tinggi dan hidup lebih terarah

    Bangun di waktu subuh membuat orang lebih bersemangat, karena pada waktu itu udara masih segar. Dengan menghirup udara segar di pagi hari bisa membangun mood baik dan memberikan energi untuk beraktivitas.

    Bangun di waktu subuh juga membuat seseorang lebih produktif, hal ini karena orang yang bangun lebih awal memiliki waktu yang hening dan baik digunakan berkonsentrasi untuk menyiapkan pekerjaan.

    Bahkan para sahabat yang sukses juga memiliki kebiasan bangun di waktu subuh.

    3. Didoakan malaikat

    Pada waktu subuh para malaikat berkumpul untuk mendoakan orang-orang yang melakukan kebaikan pada waktu itu. Oleh karena itu angkah baiknya jika tidak tidur pada waktu subuh ataupun selesai sholat subuh, Dan perbanyak melakukan kebaikan seperti bersedekah dan berzikir.

    Rasulullah SAW bersabda "Setiap awal pagi saat matahari terbit, Allah menurunkan dua malaikat ke bumi. Lalu salah satu berkata, 'Ya Allah, berilah karunia orang yang menginfakkan hartanya. Ganti kepada orang yang membelanjakan hartanya karena Allah'. Malaikat yang satu berkata, 'Ya Allah, binasakanlah orang-orang yang bakhil." (HR. Bukhari dan Muslin, dari Abu Hurairah).

    Itu tadi beberapa dari banyaknya manfaat bangun di waktu subuh, semoga bermanfaat.



    Tebarkan kebaikan dengan membagi artikel ini lewat [WHATSAPP] atau lewat [FACEBOOK]

  • Dasar Perhitungan Kalender Hijriah

    Dibaca .. x

    Terdapat dua jenis kalender yang paling dikenal secara umum, yakni kalender hijriah dan kalender masehi. Masing-masing dari jenis kalender memiliki dasar perhitungannya tersendiri. Jika kalender masehi mengacu pada pergerakan bulan dalam perhitungannya, kalender hijriah berpedoman pada pergerakan bulan. Pada artikel ini akan dijabarkan dasar perhitungan kalender hijriah.

    Dasar Perhitungan Kalender Hijriah

    Karena dasar perhitungannya menggunakan ukuran berapa lama bulan mengitari bumi, hal itu membuat tahun hijriah disebut dengan tahun bulan. Hal itu pula yang membuat tahun pada kalender ini disebut sebagai tahun islam ataupun tahun komariah.

    1. Revolusi Bulan

    Waktu yang dibutuhkan bulan untuk melakukan revolusi mengelilingu bumi ialah selama 29,5 hari. Hal itu membuat ukuran satu tahun dalam kalender hijriah terdiri dari 354 hari.

    2. Pembulatan

    Seperti yang sudah disebutkan, bulan membutuhkan waktu 29,5 hari untuk mengelilingi bumi. Untuk memermudah perhitungan tanggal, maka dilakukan pembulatan. Hal itu yang membuat bulan pada kalender ini terdiri dari 29 dan 30 hari.

    3. Tahun Kabisat

    Tahun kabisat merupakan pengecualian, untuk tahun ini kalender hijriah terdiri dari 355 hari. Perhitungan tahun kabisat dalam kalender hijriah ialah 30 tahun sekali.

    Berikut adalah sekilas tentang dasar perhitungan kalender hijriah. Setiap kalender memiliki dasar perhitungannya sendiri-sendiri. Semoga dapat mencerahkan ya!

    Tebarkan kebaikan dengan membagi artikel ini lewat [WHATSAPP] atau lewat [FACEBOOK]

  • 3 Tips Menahan Amarah Dalam Islam

    Dibaca .. x

    Dalam kehidupan sehari-hari tentu tidak luput dari berbagai persoalan hidup yang dapat memicu emosi. Emosi yang muncul merupakan hal yang normal terjadi pada setiap manusia. Akan tetapi, bagaimana anda mengekspresikan emosi tersebut adalah merupakan pilihan. 

    Ketika sedang emosi anda bisa saja memilih untuk marah, atau memilih untuk mengendalikannya. Islampun telah mengatur bagaimana sebaiknya seorang muslim menyikapi diri jika sedang marah. 

    3 Tips Menahan Amarah Dalam Islam

    Dalam artikel ini kami sudah merangkum beberapa hal yang bisa anda lakukan ketika sedang marah, serta manfaat yang diperoleh jika mampu meredam amarah tersebut.

    1. Diam

    Diam merupakan cara terbaik saat emosi sedang memuncak, karena ketika sedang marah fikiran tidak lagi bisa berfikir dengan jernih, sehingga memungkinkan seseorang untuk bertindak diluar kontrol. 

    Islampun mengajarkan ketika sedang marah Ummat muslim dianjurkan untuk diam, Rasulullah SAW bersabda: "Apabila seorang dari kalian marah, hendaklah ia diam." (HR Ahmad dan Bukhari).

    Dengan diam maka lisan akan lebih terjaga dan perbuatan akan lebih terkontrol. 

    2. Memohon Perlindungan Allah

    Marah merupakan godaan yang datang dari setan, oleh karenanya Allah SWT memerintahkan hambanya untuk berlindung kepadanya. Hal yang bisa anda lakukan adalah mengucap ta'awudz, ta'awudz merupakan doa memohon perlindungan dari godaan syaitan. 

    Dalam QS. Al A'raf ayat 200 Allah SWT berfirman yang artinya: "Dan jika setan datang menggodamu, maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar Maha Mengetahui."

    Maka dari itu saat sedang marah jangan lupa selalu mengingat Allah SWT dan memohonlah agar selalu diberi perlindungan. 

    3. Bersabar dan menahan diri

    Islam mengajarkan Ummat nya untuk bersabar dalam menghadapi segala kondisi termasuk ketika marah, hal tersebut dilakukan semata-mata agar terhindar dari sesuatu yang tidak diinginkan. 

    Sabar berkaitan erat dengan kemampuan seseorang dalam menahan diri, dalam hal ini yaitu mampu menahan diri dari kemarahan. 

    Dalam sebuah hadis Rasulullah SWA bersabda: "Barangsiapa menahan amarah padahal ia mampu melakukannya, pada hari Kiamat Allah akan memanggilnya di hadapan seluruh makhluk, kemudian Allah menyuruhnya untuk memilih bidadari yang ia sukai." (HR. Ahmad, Abu Dawud, dan Ibnu Majah).

    Itu tadi tiga tips sederhana untuk mengendalikan amarah, semoga kita tergolong orang-orang yang bisa menahan amarah dan selalu dalam lindungan Allah SWT. 

    Tebarkan kebaikan dengan membagi artikel ini lewat [WHATSAPP] atau lewat [FACEBOOK]

  • Allah Membenci Orang yang Sombong

    Dibaca .. x

    Allah Membenci Orang yang Sombong

    Sombong adalah sikap Membangga-banggakan diri sendiri, serta selalu merasa lebih baik dari orang lain.
    Sombong merupakan tabiat yang tidak terpuji, bahkan islam sangat melarang sikap tersebut.

    Jika kesombongan sudah masuk dalam hati seseorang, maka akan mempengaruhi ucapan dan perbuatannya. Kesombongan bisa menghinggapi siapa saja, dari yang awam sampai yg berilmu, dari yang miskin sampai yang kaya.  

    Oleh karenanya kita perlu membentengi diri dengan pemahaman Agama yang baik serta selalu memohon dijauhkan dari sikap sombong.

    Allah Membenci Orang yang Sombong

    Dalam artikel ini kami sudah merangkum beberapa kerugian bagi orang yang suka menyombongkan diri.

    1. Sombong Merupakan Sifat Iblis

    Tentu kita sudah sering mendengar kisah mengapa iblis di keluarkan dari Surga dan menjadi penghuni kekal dineraka. Ketika itu Iblis yang diciptakan dari api menolak sujud kepada nabi Adam yang diciptakan dari tanah. Hal tersebut karena Sifat sombong iblis yang merasa lebih tinggi dan lebih mulia dari Nabi Adam.

    Dalam Q.S. al- Baqarah ayat 34 Allah berfirman :“Kesombongan iblis tersebut adalah dosa yang pertama dan dosa pertama yang dilaknat oleh Allah Swt,”

    Sifat sombong merupakan cerminan dari sifat iblis, tentu kita tidak mau disamakan dengan iblis. Oleh karenanya bersegeralah berta'awuz ketika masih ada sikap sombong dalam diri walau sekecil atom.

    2. Orang Sombong Tempat Kembalinya Neraka.

    Apa yang patut di sombongkan oleh manusia dimuka bumi ini? Harta, rupa, jabatan, keluarga dan ilmu yang menjadikan diri sombong hanyalah titipan, kapan saja Allah SWT ingin mengambilnya maka hilanglah segalanya. Lantas merugilah bagi mereka yang sombong, bagaimana tidak, segala yang disombong kan hanya sampai di dunia ini saja, sedang dosanya dibawa hingga akhirat.

    Rasulullah SAW bersabda: ”Para penghuni neraka adalah orang-orang yang keras kepala, kasar lagi sombong.” (H.R Bukhari dan Muslim).

    Dari hadis di atas dapat disimpulkan bahwa Allah sangat mengecam orang-orang yang sombong, bahkan balasan yang akan diterima adalah neraka.  Na'uzubillahiminzalik

    3. Allah Mengunci Hati Orang-orang yang Sombong

    Orang Sombong akan semakin tenggelam dalam kesombongan dan kesesatannya atas apa yang mereka sombongkan, karena Allah SWT telah menutup pintu hatinya sehingga tidak mampu menerima kebenaran.

    Allah berfirman dalam Q.S Al-Mukmin ayat 35 “…….Demikianlah Allah mengunci mati hati orang yang sombong dan sewenang-wenang.”

    Jangan sampai dunia dan isinya ini menjadikan kita orang yang sombong, sadarilah bahwa kita tidak memiliki kuasa apapun atas diri kita sendiri, segalanya hanya titipan dan kapanpun bisa saja diambil kembali.

    Tebarkan kebaikan dengan membagi artikel ini lewat [WHATSAPP] atau lewat [FACEBOOK]

  • 3 Arti Datangnya Musibah

    Dibaca .. x

    3 Arti Datangnya Musibah 

    Musibah merupakan segala sesuatu yang dapat membuat seseorang tidak nyaman, keadaan dimana hal yang terjadi tidak sesuai keinginan dan tidak bisa dikendalikan.

    Kadang musibah datang tanpa diduga dan tanpa aba-aba, beragam ekspresi yang ditunjukan oleh orang yang tertimpa musibah ada yang tidak terima, juga ada yang ikhlas dan sabar dalam menghadapinya.

    Kadang kita banyak yang salah memahami musibah yang sedang menimpa kita, dan sulit membedakan apakah musibah yang datang adalah ujian penggur dosa atau sebagai balasan atas dosa yang sudah di perbuat.

    3 Arti Datangnya Musibah

    Pasti kita sering mendengar seseorang yang sedang tertimpa musibah mengatakan bahwa yang sedang menimpanya adalah ujian, tapi tahukah anda bahwa musibah yang datang ternyata tidak melulu ujian, dalam artikel ini kami akan membahas apa saja arti dari datangnya ujian

    1. Penghapus Dosa

    Musibah bisa jadi sebagai penghapus dosa, seperti ketika seseorang ditimpa suatu penyakit jika orang itu sabar maka penyakit yang dialaminya bisa menjadi penawar atas dosa yang pernah diperbuatnya. Rasulullah SAW bersabda, “Bahkan jika duri menusuk salah satu dari anda, itu akan menebus sebagian dari dosa anda,” (HR Al-Bukhari dan Muslim).

    Diantara kita juga pasti sering mendengar bagaimana musibah yang dialami nabi Ayyub, ketika itu beliau juga mengalami penyakit yang tak kunjung sembuh hingga bertahun-tahun, karena kesabaran beliau maka Allah menghapus dosanya bahkan menggantinya dengan nikmat yang besar.

    3 Arti Datangnya Musibah 

    Setiap musibah bisa jadi ladang pahala bagi Ummat muslim apabila mampu bersabar dalam menghadapinya. Hal yang sering dilupakan seseorang ketika tertimpa musibah yaitu ikhlas dan berdoa atas segala yang menimpanya agar menjadi kebaikan dan ladang pahala untuknya. 

    Dari Abu Amamah RA, “Nabi Muhammad SAW bersabda, "Allah SWT berfirman: Hai anak Adam, jika kamu bersabar dan ikhlas saat tertimpa musibah, maka Aku tidak akan meridhoi bagimu sebuah pahala kecuali surga." (HR Ibnu Majah).

    3. Hukuman dari Perbuatan Dosa

    Setiap perbuatan yang kita kerjakan didunia ini pasti akan dibalas oleh Allah SWT, baik dibalas di dunia atau dia akhirat kelak. Musibah yang datang juga bisa jadi sebagai hukuman yang disegerakan Allah SWT atas dosa yang kita perbuat.
    Allah berfirman dalam surat Asy-Syura ayat 30
    "Dan musibah apa pun yang menimpa kamu adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan banyak (dari kesalahan-kesalahanmu)".

    Ketika hukuman di segerakan melalui musibah, bukan berati Allah SWT membenci hambanya, namun sebagai tanda kasih sayang Allah SWT kepadanya. Karena balasan di dunia akan lebih baik dari pada balasan di akhirat kelak.

    Itu tadi tiga arti tanda datangnya musibah, semoga dengan mengetahuinya kita lebih banyak muhasabah diri atas segala yang kita kerjakan. Jangan sampai musibah yang datang adalah karena perbuatan tangan kita sendiri, dan sebaik-baik balasan yaitu balasan didunia ini.

    Tebarkan kebaikan dengan membagi artikel ini lewat [WHATSAPP] atau lewat [FACEBOOK]

  • Gerakan yang Dibolehkan dalam Sholat

    Dibaca .. x

    Gerakan yang Dibolehkan dalam Sholat

    Sholat merupakan ibadah wajib yang harus dikerjakan seorang muslim. Disebutkan pula bahwa sholat merupakan tiang agama yang jika tidak dikerjakan maka sama dengan merubuhkan agama.

    Dalam prakteknya masih sering kita temui orang yang sedang sholat melakukan gerakan selain dari gerakan sholat. 

    Lantas bagaimana islam mengenai hal tersebut? Berikut kami sudah merangkum beberapa hal yang perlu diketahui ketika sedang sholat.

    1. Melakukan Gerakan Lebih dari Tiga Kali

    Banyak orang yang beranggapan bahwa melakukan gerakan lebih dari tiga kali ketika sholat dapat membatalkannya. Gerakan yang dimaksud seperti menggaruk, memperbaiki sajadah dan memperbaiki pakaian.
    Padahal dalam Al-quran dan hadis tidak pernah menyinggung hal tersebut.

    Namun berkenaan dengan hal ini imam As Suyuthi menyebutkan satu kaidah " Setiap perkara yang didatangkan secara mutlak tanpa batasan maka ketentuannya dikembalikan kepada norma yang berlaku di masyarakat".

    Dengan demikian jika gerakan yang dilakukan lebih dari tiga kali tanpa keperluan yang jelas dianggap banyak, maka sholatnya kurang sempurna bahkan bisa batal.

    2. Melakukan Gerakan Selain Gerakan Sholat

    Mungkin kita sudah tidak asing melihat orang yang yang ketika sedang sholat melakukan gerakan seperti menggendong anak atau memindahkannya agar tidak mengganggu jemaah yang lain.
    Jika terjadi demikian bagaimana islam memandang hal tersebut?

    Hal demikian pernah dilakukan oleh Rasullulah SAW yang pada saat itu menggendong cucu beliau saat sedang sholat.

    "Rasulullah SAW pernah mendirikan sholat sambil menggendong cucunya, Umamah. Maka ketika hendak sujud, beliau meletakkannya". (HR. Bukhari-Muslim)

    Adapun gerakan lain yang dilakukan ketika sholat berlangsung dengan alasan yang jelas dan atas dasar keterdesakan dan tidak bisa dihindari maka sholatnya tetap sah.

    3. Melangkah Mengisi Shaff Kosong Ketika Sholat Berlangsung

    Pasti kita sering melihat dalam sholat orang yang bergerak mengisi shaff yang kosong ketika sholat berlangsung, lantas bagaimana dengan sholatnya apakah sah atau batal?

    Rasulullah SAW bersabda
    "Luruskan shaf, agar kalian bisa meniru shafnya malaikat. Luruskan pundak-pundak, tutup setiap celah, dan buat pundak kalian luwes untuk teman kalian. Serta jangan tinggalkan celah-celah untuk setan. Siapa yang menyambung shaf maka Allah Ta’ala akan menyambungnya dan siapa yang memutus shaf, Allah akan memutusnya." (HR. Ahmad 5724, Abu Daud 666, dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).

    Dari hadis diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa melangkah mengisi shaff yang kosong ketika sholat berlangsung tidak membatalkan sholat, bahkan hal tersebut dianjurkan karena memenuhi syarat merapatkan shaff.

    Jadi, dapat disimpulkan bahwa islam merupakan agama yang tidak menyulitkan selama umatnya bersungguh-sungguh dalam mengerjakan ibadah.

    Tebarkan kebaikan dengan membagi artikel ini lewat [WHATSAPP] atau lewat [FACEBOOK]

  • Adab Berkomentar di Sosial Media Menurut Islam

    Dibaca .. x

    Adab Berkomentar di Sosial Media Menurut Islam

    Dalam kehidupan sehari-hari kebanyakan dari kita tidak lepas dengan gadget sebagai alat untuk berkomunikasi, apalagi pada masa pandemi sekarang ini yang mengharuskan kita untuk bekerja dan bersekolah dari rumah, sehingga gadget menjadi barang yang akrab menemani aktivitas kita.

    Selain sebagai alat untuk menunjang pembelajaran dan pekerjaan, gadget juga digunakan sebagai alat sosial media.

    Namun sangat disayangkan pada prakteknya tidak jarang sosial media dijadikan wadah untuk mencaci dan memaki melalui komentar di laman akun sosial media masing-masing. Mungkin tujuan awalnya adalah untuk menasehati dan memperingatkan terhadap konten-konten ataupun informasi yang dibagikan penggunaan sosial media lain, namun dengan cara yang bisa menyakiti orang lain.

    Adab Berkomentar di Sosial Media Menurut Islam

    Menasehati seseorang ada adab dan caranya agar tidak menyinggung perasaan orang yang diberi nasehat, apalagi sampai mempermalukan nya.  Berikut kami sudah merangkum beberapa Adab dalam berkomentar :

    1. Fikirkan sebelum berkomentar

    Saling menasehati dan mengingatkan merupakan hal yang diperbolehkan dalam islam. Seperti yang dijelaskan dalam Qur'an surah Adz Dzariyat ayat 55 Allah SWT berfirman : "Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman."

    Akan tetapi memberi nasehat atau peringatan kepada orang lain harus difikir secara matang terlebih dahulu, seperti kata-kata yang digunakan, isi nasehat yang ingin disampaikan, serta alangkah baiknya menasehati jangan di ranah publik, karna menasehati seseorang didepan orang banyak itu hanya akan mempermalukannya.

    Rasulullah SAW bersabda : "Sesungguhnya seorang hamba mengucapkan kalimat tanpa dipikirkan terlebih dahulu, dan karenanya dia terjatuh ke dalam neraka sejauh antara timur dan barat." (HR. Muslim no. 2988).

    Hanya emosi yang tidak terkontrol yang membuat ucapan keluar sebelum berfikir, oleh karena itu usahakan jangan berkomentar apapun saat sedang dikuasai emosi.

    2. Menjaga Lisan

    Pepatah lama mengatakan "mulut mu harimau mu" bisa diartikan bahwa mulut yang mengeluarkan kata-kata negatif mampu mempengaruhi hidup orang yang dikomentari. Itulah sebabnya pentingnya menjaga lisan , karena jika lisan tidak dikelola dengan baik maka bisa melukai perasaan orang lain. Rasulullah SAW bersabda "Keselamatan manusia tergantung pada kemampuannya menjaga lisan." (H.R. al-Bukhari).

    Dengan lisan, kita bisa mengetahui karakter dan isi hati seseorang, mengapa demikian? Karena lisan merupakan cerminan dari isi hati, apa yang lisan katakan maka itula yang sedang ia rasakan. Oleh karenanya jangan jadi pembenci karna bisa merusak hati dan mengotori lisan.

    3. Diam

    Apa yang kita komentari belum tentu sama seperti apa yang kita fikirkan, karena kita hanya melihat melalui dunia maya bukan dunia nyata, sehingga alangkah lebih baik jika tidak berkomentar atas sesuatu yang kita sendiri tidak yakin, apalagi komentar yang di lontarkan tidak mencerminkan akhlak seorang muslim yang beradab. Rasulullah SAW bersabda:
    "Hendaklah engkau lebih banyak diam, sebab diam dapat menyingkirkan setan dan menolongmu terhadap urusan agamamu." (H.R. Ahmad).

    Demikian beberapa adab yang bisa diaplikasikan saat menggunakan media sosial, semoga dengan artikel ini kita bisa lebih bijak lagi dalam berkomentar.

    Tebarkan kebaikan dengan membagi artikel ini lewat [WHATSAPP] atau lewat [FACEBOOK]

  • Kiat Agar Dicintai Allah

    Dibaca .. x

    Cinta merupakan suatu perasaan yang dianugerahkan oleh Sang Pencipta kepada seluruh makhluk di dunia ini, karena cinta kita tidak pernah melihat harimau memangsa  anaknya, induk burung menelantarkan anaknya, dan kesabaran ayam mengerami telur-telurnya.

    Begitulah cinta bekerja, lantas bagaimana jika Allah SWT sudah mencintai hambaNya? Jika demikian halnya, maka Allah akan memberikan perhatian khusus, Allah akan selalu menjaganya, mempermudah urusannya. Banyak yang akan didapatkan jika Allah sudah mencintai hambaNya

    Namun karena kecintaan pada dunia melebihi kecintaan pada sang Khalik, maka banyak dari kita yang menjalankan ibadah hanya untuk menggugurkan kewajiban semata, sehingga kenikmatan dalam ibadah tidak dirasakan.

    Ada satu pepatah bahwa taruhlah dunia dalam genggaman dan akhirat dalam hatimu, maka akhirat akan kau dapat dan dunia mengikut.

    Jika seseorang mencintai dan di cintai oleh Allah SWT maka ada kebahagian setiap melaksanakan ibadah, ada kerinduaan yang dirasakan untuk selalu beribadah.

    Oleh karenanya, jika ingin kecanduan dalam beribadah maka tanamkan cinta kepada Allah SWT. Lantas bagaimana mendapatkan cintanya Allah?

    Berikut kiat-kiat agar Allah SWT mencintai kita :

    1. Sabar

    Allah mencintai hambanya yang memiliki sifat sabar, sabar dalam menghadapi segala ketentuan Allah. Semua cobaan hidup yang diujikan kepadanya mampu dihadapi dengan ikhlas dan rasa sabar, sebagai bukti keimanan dan ketaqwaan seorang hamba pada Tuhannya.

    Dalam Qur'an surah Ali Imran:146 Allah SWT berfirman "Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar"

    Serta dalam ujian yang dihadapi tetap memuji dan mengagungkan keesaan Allah SWT, dan tidak pernah berputus asa dengan rahmat Allah SWT.

    2. Bertaubat

    Taubat merupakan upaya seorang hamba untuk membersihkan segala dosa yang diperbuat, baik disengaja maupun tidak disengaja. Taubat juga merupakan sebuah bukti ketaatan, serta proses penyerahan diri kepada Allah SWT. Oleh karenanya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat.

    "Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri." (QS. Al Baqarah: 222).

    3. Berbuat baik kepada orang lain

    Berbuat baik merupakan kewajiban setiap manusia, jika kita berbuat baik maka kebaikan itu akan kembali kepada diri kita sendiri, begitu pula jika berbuat jahat maka kejahatan itu akan berbalik kepada diri sendiri.

    Berbuat baik apalagi sampai memberi manfaat bagi orang lain, maka Allah SWT juga akan melapangkan urusan kita sebagaimana yang telah kita lakukan kepada sesama. Perbuatan baik merupakan perbuatan yang mulia oleh karena itu Allah mencintai orang yang berbuat baik.

    "Dan berbuat baiklah. Sungguh Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik." (QS al-Baqarah [2]: 195). 

    4. Fokus Beribadah Seakan-akan Allah Melihatnya

    Orang yang takut kepada Allah, walaupun dalam kesendirian dia akan tetap fokus beribadah karena dia yakin dan percaya bahwa Allah selalu melihatnya kapanpun dan dimanapun. Orang yang takut kepada Allah maka akan takut berbuat maksiat walaupun tidak ada orang yang melihatnya tapi yakin Allah SWT dan para Malaikat mengawasi perbuatannya.

    Itu tadi beberapa kiat yang bisa dilakukan agar mendapat cinta dari Allah SWT, semoga bermanfaat.

    Tebarkan kebaikan dengan membagi artikel ini lewat [WHATSAPP] atau lewat [FACEBOOK]