HARI INI

Adab Menerima Tamu

Dibaca .. x

Adab Menerima Tamu

Dalam hidup ini tentu kita tidak bisa hidup sendiri tanpa bersosialisasi. Bersosialisasi dapat dilakukan dengan saling mengunjungi sanak saudara, rekan, dan kerabat.

Namun adakah dari kita, ketika ada tamu yang berkunjung tapi membuat tamu tidak nyaman, entah disengaja karna tidak mengerti adabnya atau tidak disengaja.

Adab Menerima Tamu

Dalam islam menjalin silaturahmi merupakan hal yang dianjurkan, bahkan menjalin silaturahmi dapat membuka pintu rezeki dan melapangkan kesulitan.

Berikut kami sudah merangkum adab dalam menerima tamu yang perlu diketahui.

1. Menyiapkan Jamuan

Menyiapkan jamuan tamu yang datang merupakan akhlak yang diajarkan islam. Menghidangkan jamuan merupakan bentuk penghormatan kepada tamu yang sudah meluangkan waktunya untuk berkunjung kerumah kita.

“Dan Ibrahim datang pada keluarganya dengan membawa daging anak sapi gemuk kemudian ia mendekatkan makanan tersebut pada mereka (tamu-tamu Ibrahim-ed) sambil berkata: ‘Tidakkah kalian makan?'” (Qs. Adz-Dzariyat: 26-27) 

Dalam menghidangkan makanan disini cukup semampunya saja tapi alangkah lebih baiknya jika memberi hidangan yang terbaik. Dan jangan membiarkan tamu duduk terlalu lama baru jamuan dikeluarkan, menyegerakan jamuan untuk diberikan jauh lebih baik dan termasuk dalam adab.

2. Menampakkan wajah gembira

Menyambut dengan wajah gembira merupakan adab selanjutnya dalam menerima tamu, dengan wajah yang gembira akan membuat tamu merasa senang  ketika mengunjungi kita.

Serta dengan wajah yang gembira pula maka tamu akan nyaman dan tidak menimbulkan fikiran bahwa kita tidak menyukai keberadaannya.

Hal tersebut berkenaan dengan memuliakan tamu, seperti yang telah diterangkan dalam sebuah hadis yang menyatakan:
“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tamu.” (HR. Bukhari dan Muslim) 

3. Mengajak berbincang

Hendaknya ketika ada tamu yang mengunjungi rumah kita untuk diajak mengobrol hal yang disenanginya, hal tersebut agar mencairkan suasana dan menjalin keakraban antara tamu dan tuan rumah.

Karena jika tidak ada pembicaraan maka akan menciptakan suasana tegang dan membuat tamu merasa tidak nyaman.

Demikian beberapa adab dalam menerima tamu yang perlu diketahui dan bisa diaplikasikan, semoga bermanfaat.

Tebarkan kebaikan dengan membagi artikel ini lewat [WHATSAPP] atau lewat [FACEBOOK]

  • Macam-Macam Puasa Sunnah dan Waktu Pelaksanaannya

    Dibaca .. x
    Puasa merupakan aktivitas menahan dari makan dan minum serta perbuatan yang lain yang bisa membatalkan puasa sejak dari terbit fajar sampai terbenam matahari. Dalam berpuasa, tidak hanya lapar dan dahaga yang ditahan, tapi juga emosi dan amarah. 

    Dalam Islam, selain puasa wajib juga ada yang disebut dengan puasa sunnah. Biasanya, puasa sunnah dikerjakan di luar bulan Ramadhan. 

    Puasa sunnah seperti namanya bersifat sunat, artinya jika dikerjakan mendapatkan pahala namun jika tidak dikerjakan juga tidak apa-apa. Tidak akan mendapatkan dosa.


    Apa yang masih membuat seseorang tidak mengerjakan puasa sunnah? Padahal ada banyak keutamaan-keutamaan yang didapatkan oleh orang yang mengerjakan puasa sunnah. 

    Selagi masih diberi kesehatan dan diberi umur alangkah baiknya seseorang mengerjakan hal-hal yang sunnah untuk menambah pahala dan mendekatkan diri kepada Allah. 

    Orang yang mengerjakan puasa sunnah akan mendapatkan dua keutamaan yang pertama adalah nikmatnya berbuka dan kebahagiaan bertemu dengan Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Kemudian keutamaan lain yang bisa dirasakan yaitu dihapusnya segala kesalahan dan diangkat derajatnya.  Hal itu hanya bisa diperoleh oleh orang mengerjakannya. 

    Bagi orang yang berpuasa maka segala doa yang dipanjatkan nya tidak akan tertolak, dalam sebuah hadis dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda,

    "Tiga orang yang doanya tidak tertolak: orang yang berpuasa sampai ia berbuka, pemimpin yang adil, dan doa orang yang dizalimi,".

    Orang yang berpuasa juga dibukakan pintu surga yang hanya orang yang mengerjakan puasa yang bisa memasukinya, pintu tersebut bernama pintu surga Ar-Rayyan. Dari Sahl bin Sa’ad dari Rasulullah SAW bersabda,

    "Sesungguhnya di surga ada suatu pintu yang disebut Ar-Rayyan. Orang-orang yang berpuasa akan masuk melalui pintu tersebut pada hari kiamat. Selain orang yang berpuasa tidak akan memasukinya. Orang yang berpuasa akan diseru, ‘Mana orang yang berpuasa?’ Lantas mereka pun berdiri; selain mereka tidak akan memasukinya. Jika orang yang berpuasa tersebut telah memasukinya, pintu itu akan tertutup dan setelah itu tidak ada lagi yang memasukinya".

    Puasa sunnah  ada banyak macamnya. Waktu pelaksanaannya tergantung dari jenis puasa sunnah yang ingin ditunaikan. Selain itu, lafaz niatnya pun berbeda untuk masing-masing jenis puasa sunnah.

    Dalam artikel ini kami akan membahas mengenai macam-macam puasa sunah dan waktu pelaksanaannya, serta manfaat dan niatnya. 

    1. Puasa Senin Kamis

    Sesuai dengan namanya, puasa senin kamis dikerjakan seminggu dua kali, yaitu pada hari Senin dan hari Kamis. Puasa senin kamis merupakan salah satu amalan puasa yang dianjurkan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, bahkan ketika mengerjakan puasa sunah tersebut Beliau mengerjakannya dengan suka cita. 

    Hal ini juga berkenaan dengan sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi, An-Nasai, Ibnu Majah, Imam Ahmad yang berbunyi: dari Aisyah ra, mengatakan "Rasulullah SAW sangat antusias dan bersungguh-sungguh dalam melakukan puasa pada hari senin dan kamis." 

    Tentu bukan tanpa Alasan Rasulullah SAW menyunahkan puasa di hari Senin dan Kamis. Adapun keutamaan puasa senin Kamis antara lain adalah:

    Catatan amal diangkat ke Langit

    Hari Senin dan hari Kamis merupakan hari dimana seluruh amal perbuatan yang dikerjakan oleh manusia diangkat ke langit dan dilaporkan kepada Allah. 
    Alangkah beruntungnya orang-orang yang melakukan kebaikan pada saat itu. Karena amalan yang ditunjukkan kepada Allah adalah amalan yang baik. 

    Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan bersumber dari Abi Hurairah yang berbunyi sebagai berikut: 
    "Berbagai amalan dilaporkan (kepada Allah) pada hari Senin Kamis maka Aku suka apabila amalanku dilaporkan kala Aku sedang menjalankan ibadah puasa. "

    Pintu-pintu surga dibuka

    Salah satu mengapa hari Senin dijadikan hari yang disunahkan untuk berpuasa adalah karena pada hari itu bertepatan dengan hari kelahiran Rasulullah SAW. Mungkin banyak di antara kita yang belum mengetahui bahwa pada hari Senin jugalah Rasulullah SAW menerima wahyu dari Jibril untuk yang pertama kali. 

    Rasulullah bersabda: "itu adalah hari yang saya dilahirkan di dalamnya dan hari yang saya diangkat sebagai Rasul atau hari yang pada saya diturunkan Al-Quran."(HR.Muslim) 

    Mendapat ampunan Allah SWT

    Mengapa hari Senin menjadi hari yang begitu spesial sehingga Rasulullah SAW memilih hari tersebut untuk berpuasa? 

    Pertanyaan serupa juga pernah dilontarkan oleh sahabat. Sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA.
     
    Pernah suatu ketika para sahabat bertanya-tanya mengapa Rasulullah SAW memberi perhatian khusus dan memilih hari Senin dan Kamis untuk berpuasa.

    Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya amal-amal itu dipersembahkan pada tiap Senin dan Kamis, maka Allah berkenan mengampuni setiap muslim atau setiap mukmin, kecuali dua orang yang bermusuhan, maka firman-Nya: "Tangguhkanlah keduanya.""(HR. Ahmad).

    Sehingga keutamaan tersebut jangan sampai dilewatkan begitu saja. Oleh karena itu alangkah lebih baiknya jika pada hari Senin dan Kamis kita memaksimalkan untuk beribadah kepada Allah dengan berpuasa.  Dalam artikel ini, kami juga sudah menyiapkan niat puasa dan berbuka puasa yang bisa digunakan ketika akan melaksanakan puasa sunnah Senin Kamis. 
     
    Berikut adalah doa niat puasa dan berbuka puasa Senin dan kamis. 

    Lafadz Niat Puasa Hari Senin dan Kamis

    نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ اْلاِثْنَيْنِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

    Nawaitu Sauma yaumal itsnaini sunnatan lillahi taa'ala

    Artinya: "Saya niat puasa hari Senin, sunah karena Allah ta'ala."

    Lafadz Niat Puasa Hari Kamis

    نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ الْخَمِيْسِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

    Nawaitu sauma yaumal khomiisi sunnatan lillahi ta'ala

    Artinya: "Saya niat puasa hari Kamis, sunah karena Allah ta'ala."




    2. Puasa ayyamul bidh

    Puasa selanjutnya yang akan kita bahas yaitu puasa ayyamul bidh. Puasa ayyamul bidh adalah puasa yang dikerjakan setiap Pertengahan bulan yang jatuh pada tanggal 13,14,15,dan tentu saja itu mengacu pada kalender Hijriyah. 

    Pengaturan tersebut berkenaan dengan Hadis Rasulullah SAW, mengenai puasa ditengah bulan ini. 

    Rasullulah SAW bersabda:
    "Jika engkau ingin berpuasa tiga hari setiap bulannya, maka berpuasalah pada tanggal 13, 14, dan 15 (dari bulan Hijriyah)."(HR Tirmidzi).

    Puasa ayyamul bidh juga disebut dengan hari-hari putih, pengerjaan puasa ini tidak boleh melewatkan satu haripun dari tiga hari yang sudah ditetapkan. Namun apabila dalam pelaksanaannya ternyata ada hari yang terkendala untuk menjalankan puasa tersebut dari tiga hari yang telah ditetapkan maka pahalanya akan tetap didapatkan

    Keutamaan menjalankan puasa ayyamul bidh tidak kalah dengan amalan-amalan puasa sunah lainnya, berikut kami sudah merangkum keutamaan jika menjalankan puasa ayyamul bidh. 

    Pahala setahun penuh

    Orang yang mengerjakan puasa ayyamul bidh selama tiga hari dalam sebulan maka akan diganjar sepuluh kali lipat pahala dari kebaikan yang dikerjakannya. 

    Lantas bisa dibayangkan Bagaimana jika seseorang mengerjakan puasa ayyamul bidh setiap bulan selama setahun, tentu saja pahalanya akan berlipat-lipat.

    Rasulullah SAW bersabda:
    "Sungguh, cukup bagimu berpuasa selama tiga hari dalam setiap bulan, sebab kamu akan menerima sepuluh kali lipat pada setiap kebaikan yang Kaulakukan. Karena itu, maka puasa ayyamul bidh sama dengan berpuasa setahun penuh,"(HR Bukhari-Muslim).

    Menjalankan Ajaran Rasulullah SAW

    Tahukah kalian bahwa puasa ayyamul bidh ini adalah puasa yang tidak pernah tinggalkan Rasulullah SAW walaupun beliau sedang berada dalam perjalanan, puasa tersebut selalu beliau kerjakan hingga beliau wafat. 

    "Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam tidak pernah berbuka pada hari-hari putih, baik beliau sedang di rumah atau dalam perjalanan."(HR.Nasa'i).
    Jika kita mencintai Rasulullah tentu kita akan menjalankan semua yang yang pernah dikerjakan beliau. Agar kelak kita bisa di pertemukan dan dikumpulkan bersama Rasulullah dan berharap mendapat syafaat. 

    Tatacara Puasa Ayyamul Bidh

    Seperti puasa-puasa lainnya, puasa ayyamul bidh juga bisa diniatkan pada malam hari atau pada saat sahur. jika Terlupa maka bisa dilakukan sebelum terbit fajar dengan catatan tidak mengerjakan sesuatu yang bisa membatalkan puasa. 

    Tidak ada perbedaan dalam pengerjaannya kecuali terletak pada pelafalan niatnya. 

    Adapun niatnya sebagai berikut:

    Niat puasa ayyamul bidh

    نَوَيْتُ صَوْمَ اَيَّامَ اْلبِيْضِ سُنَّةً لِلهِ تَعَالَى
    Nawaitu Sauma Ayyaamal Bidh Sunnatan Lillaahi Ta'ala.

    Arti niat puasa ayyamul bidh:

    "Saya niat puasa pada hari-hari putih, sunnah karena Allah ta'ala"

    Puasa ayyamul bidh merupakan bentuk rasa syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan limpahan rahmat dan Rizkinya kepada kita oleh karenanya bentuk rasa syukur dituangkan dengan berpuasa selama tiga hari di pertengahan bulan dan pengerjaan puasa tersebut tidak sia-sia dengan ganjaran pahala yang diberikan kepada orang yang melaksanakannya. 

    3. Puasa Daud

    Jenis puasa selanjutnya yang akan kita bahas yaitu Puasa Daud. Puasa Daud merupakan puasa yang diamalkan oleh Nabi Daud AS.

    Cara pelaksanaan Puasa Daud ini adalah selang seling, misalkan hari ini puasa besok tidak puasa besoknya lagi puasa besoknya lagi tidak puasa dan begitu seterusnya. 

    Puasa Daud ini bisa dikerjakan kapan saja dan dimuai pada hari apa saja, kecuali saat-saat yang memang diharamkan dalam Islam untuk berpuasa. 

    Begitu pula dengan memutus Puasa Daud, jadi siapapun yang mengerjakan Puasa Daud bisa berhenti kapan saja, seperti yang kita ketahui bahwa puasa Daud merupakan puasa sunnah bukan puasa wajib. Jadi tidak ada syarat-syarat tertentu bagi yang ingin memutus Puasa Daud. Begitu pula apabila sanggup untuk mengerjakannya, maka Puasa Daud bisa dikerjakan tanpa batas waktu. 

    Karena Puasa Daud dikerjakannya runtut maka pasti akan bertemu dengan hari Jumat dan hari sabtu, dari sini akan timbul pertanyaan Apakah boleh mengerjakan Puasa Daud jika bertemu dengan hari Jumat atau hari sabtu? 

    Menurut Buya Yahya Puasa Daud pada hari jumat dan sabtu tidak masalah, yang menjadi makruh apabila mengkhususkan puasa hanya di hari Jumat atau sabtu saja dan tidak mengerjakan puasa pada hari sebelumnya dan setelahnya.

    Banyak pula yang bertanya apakah Puasa Daud bisa digabung dengan puasa Senin Kamis? 
    Berkaitan dengan pertanyaan tersebut Ustadz Adi Hidayat menjelaskan di kanal YouTubenya, bahwa jika ingin melakukan puasa sunnah ada baiknya untuk memulai dengan puasa senin-kamis terlebih dahulu, lalu apabila sudah terbiasa dengan puasa senin kamis maka bisa dilanjut dengan puasa ayyamul bidh yang sudah kita bahas sebelumnya, jika sudah nikmat dalam melakukan puasa ayyamul bidh kemudian bisa dinaikkan dengan puasa Daud. Jika puasa senin-kamis bersamaan dengan puasa Daud maka yang diambil adalah puasa Daud nya karena jika orang sudah terbiasa untuk melakukan puasa senin-kamis lalu melakukan Puasa Daud, maka ketika buka pada hari senin atau Kamis akan tetap mendapat pahala puasa Senin Kamis. 

    Seperti puasa-puasa yang lain puasa Daud juga memiliki keutamaan bagi siapa saja yang mengerjakan nya, Rasulullah SAW bersabda Shalat yang paling dicintai Allah adalah shalat Nabi Daud dan puasa yang paling dicintai Allah adalah puasa Nabi Daud, ia tidur separuh malam kemudian shalat di sepertiganya dan tidur lagi di seperenamnya, ia puasa sehari serta berbuka sehari.(HR Bukhari).

    Salah satu keutamaan puasa Nabi Daud tersebut merupakan puasa yang dicintai oleh Allah jadi siapa saja yang mengerjakannya maka akan mendapatkan cintanya Allah SWT. 
    Jika Allah sudah mencintai hambanya maka Allah akan memberikan perhatian khusus padanya. 

    Niat 

    نَوَيْتُ صَوْمَ دَاوُدَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

    Nawaitu Shauma Daawuda sunnatal lillahi ta'ala.

    Artinya: Saya niat puasa Daud, sunah karena Allah Ta’ala.

    4. Puasa Syawal

    Seperti namanya puasa Syawal dikerjakan pada bulan Syawal. Jika Idul Fitri jatuh pada tanggal 1 Syawal maka puasa Syawal bisa dikerjakan pada tanggal 2 Syawal. 

    Puasa ini dikerjakan selama 6 hari berturut-turut. Kemudian ada beberapa pertanyaan yang muncul terkait hal tersebut, apakah boleh dikerjakan tidak berurutan? Maka jawabannya boleh, selama itu dikerjakan pada bulan Syawal. 

    Mana yang lebih diutamakan Apakah membayar utang puasa ataukah berpuasa Syawal? Ustadz Khalid Basalamah menjelaskan lewat kanal YouTubenya bahwa boleh seseorang mengerjakan puasa Syawal terlebih dahulu walaupun memiliki hutang puasa. Akan tetapi pahala puasa Syawal tidak bisa didapatkan sebelum membayar hutang puasa Ramadhan. Karena syarat puasa syawal adalah telah mengerjakan puasa Ramadan selama satu bulan penuh.

    Dari pemaparan Ustaz Khalid diatas bisa ditarik kesimpulan bahwa alangkah lebih baiknya untuk membayar hutang puasa terlebih dahulu agar saat kita mengerjakan puasa Syawal maka keutamaan-keutamaan dari puasa Syawal tersebut bisa langsung didapatkan. 

    Dampak positif dari orang yang ingin mengerjakan puasa syawal tapi masih memiliki hutang puasa yaitu karena adanya motivasi untuk berpuasa Syawal maka hutang puasa di bulan Ramadhan bisa segera dilunasi berbeda dengan tidak ada motivasi untuk mengerjakan puasa Syawal maka kebanyakan akan menunda-nunda untuk membayar hutang puasanya. 

    Seperti puasa-puasa yang lain puasa Syawal ini juga memiliki banyak keutamaan bagi siapa saja yang mengerjakannya. Orang yang mengetahui keutamaan dari puasa Syawal tentu tidak akan melewatkan hal tersebut. 

    Berikut ulasan mengenai keutamaan puasa Syawal

    Pahala Berpuasa Setahun Penuh

    Puasa Syawal ini merupakan puasa penyempurna dari puasa wajib yang telah dikerjakan pada bulan Ramadhan, ganjaran mengerjakan puasa Syawal ini adalah mendapatkan pahala seperti puasa satu tahun penuh. 

    Hal tersebut berkenaan dengan Hadis Rasulullah SAW: 
    "Barangsiapa yang telah melaksanakan puasa Ramadhan, kemudian dia mengikutkannya dengan berpuasa selama enam hari pada bulan Syawal, maka dia (mendapatkan pahala) sebagaimana orang yang berpuasa selama satu tahun."(HR. Muslim)

    Tanda peningkatan iman

    Orang yang mengerjakan puasa Syawal setelah mengerjakan puasa Ramadhan satu bulan penuh menandakan bahwa keimanan nya telah meningkat karena tidak ingin melewatkan puasa sunah tersebut. 

    Apa lagi di Indonesia setelah puasa Ramadan akan banyak silaturahmi berkunjung dan kunjungan kepada sanak saudara yang biasanya akan banyak sajian makanan yang akan disajikan kepada orang yang berkunjung, itu juga salah satu godaan keimanan orang yang berpuasa di bulan Syawal. namun orang yang mengerjakan puasa sunnah tersebut lebih memilih mengerjakan puasa sunnah tersebut untuk mendapat keridhoan Allah SWT. 

    Tidak ada perbedaan dalam mengerjakan puasa Syawal ini dari puasa-puasa yang lain letak perbedaannya hanya pada niatnya. 

    Adapun niatnya sebagai berikut: 

    Niat

    نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى‎
    Nawaitu shauma ghadin an adâi sunnatis Syawwâli lillâhi taâlâ.

    Artinya:
    Aku berniat puasa sunah Syawal esok hari karena Allah SWT.
    Alangkah lebih baiknya jika umat muslim tidak melewatkan puasa Syawal yang hanya dikerjakan satu tahun sekali, dengan lama pengerjaan hanya enam hari saja dan keutamaan yang didapat seperti berpuasa setahun penuh. 

    5. Puasa Bulan Dzulhijjah

    Bulan Dzulhijjah merupakan bulan di mana Banyak keberkahan yang bisa didapatkan Apabila seseorang melakukan amal saleh pada waktu itu. 

    Salah satu rahmat Allah SAW yang diberikan kepada umatnya pada bulan Dzulhijjah adalah ketika saudara Muslim yang lain mengerjakan Ibadah Haji di Mekkah, orang yang tidak melaksanakan Haji juga bisa mendapatkan pahala yang tidak kalah besarnya, apabila melakukan amalan-amalan yang dikerjakan pada bulan tersebut. 

    Keistimewaan pada bulan Dzulhijjah yaitu merupakan bulan haji, pada bulan itu juga umat muslim merayakan hari raya Idul Adha dan penyembelihan kurban. 

    Bagi yang belum mampu untuk berhaji dan belum bisa bersedekah hewan kurban tak perlu berkecil hati karena masih banyak amalan-amalan yang bisa dikerjakan dan memiliki pahala cukup besar, salah satunya adalah puasa. Puasa tersebut dikerjakan Pada 10 hari sebelum Idul Adha, ada 3 puasa yang bisa dikerjakan sebelum Idul Adha yaitu puasa sunnah Dzulhijjah, puasa Tarwiyah, dan puasa Arafah.

    Walaupun di Alquran dan hadis mengatakan 10 hari yang merupakan hari istimewa tetapi hanya 9 hari yang bisa dikerjakan untuk berpuasa karena hari ke-10 merupakan hari raya Idul Adha dimana hari tersebut dilarang untuk mengerjakan puasa. 

    Puasa pada 10 hari di bulan Dzulhijjah, merupakan amalan yang tidak pernah dilewatkan oleh Rasulullah. Dalam sebuah hadis dikatakan bahwa: 
    "Empat hal yang tidak pernah ditinggalkan oleh Rasulullah SAW yaitu: puasa Asyura (10 Muharram), puasa 10 hari bulan Dzulhijjah, puasa 3 hari setiap bulan, dan sholat 2 rakaat sebelum sholat fajar (subuh)."(HR. Ahmad dan An-Nasa'i).

    Namun bagi mereka yang berhalangan untuk berpuasa ataupun tidak mampu untuk mengerjakan puasa pada saat itu bisa menggantinya dengan memperbanyak berdzikir dan membaca Alquran karena amalan tersebut akan memiliki pahala yang berlipat ganda apabila dikerjakan pada 10 hari sebelum Idul Adha.

    Segala ibadah yang dikerjakan pada 10 hari sebelum Idul Adha akan menjadi amalan yang dicintai Allah, dalam sebuah hadits disebutkan "Tidak ada hari-hari yang lebih agung di sisi Allah dan amal shalih di dalamnya lebih dicintai oleh-Nya daripada hari yang sepuluh (sepuluh hari pertama dari Dzulhijjah)."(HR. Ahmad, dishahihkan Syaikh Ahmad Syakir).

    Pada artikel ini kami akan menjabarkan satu persatu mengenai puasa-puasa sunnah yang bisa dikerjakan pada bulan Dzulhijjah seperti yang sudah disebutkan tadi. 
    Yang pertama yang akan kita bahas adalah puasa Dzulhijjah. 

    Puasa Dzulhijjah

    Puasa Dzulhijjah merupakan amalan sunah yang dikerjakan pada awal Dzulhijjah, puasa ini dikerjakan pada tanggal 1 sampai 7 Dzulhijjah. 

    Puasa ini bisa dikerjakan oleh mereka yang melaksanakan ibadah haji. 

    Niat

    نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذِيْ الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

    Arab-latin: Nawaitu shouma syahri dzil hijjah sunnatan lillahi ta'ala
    Artinya: Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah karena Allah Ta'ala.

    Puasa Tarwiyah

    Selanjutnya adalah puasa Tarwiyah, puasa Tarwiyah dikerjakan pada hari ke-8 Dzulhijjah. 
    Puasa ini memiliki keistimewaan apabila dikerjakan maka akan menghapus dosa 1 tahun yang lalu. Puasa ini juga bisa dikerjakan oleh mereka yang melaksanakan ibadah haji. 

    Niat

    صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِّلِه تَعَالَى

    (Nawaitu shouma tarwiyata sunnatan lillahi ta'ala)

    Artinya: Saya niat puasa Tarwiyah, sunnah karena Allah taala.

    Puasa Arafah

    Dan yang terakhir adalah puasa Arafah puasa Arafah dikerjakan pada tanggal sembilan Dzulhijjah sehari sebelum Idul Adha puasa ini memiliki keistimewaan apabila dikerjakan dapat menghapus dosa dua tahun sebelumnya sebelumnya dan sesudahnya. 
    Hal tersebut berkenaan dengan sebuah hadis yang mengatakan bahwa "Saya mengharap kepada Allah agar puasa hari 'arafah bisa menghapuskan (dosa) pada tahun sebelumnya dan tahun sesudahnya."(HR Muslim 1162)

    Puasa ini tidak bisa dikerjakan bagi mereka yang melaksanakan ibadah haji karena orang yang melaksanakan ibadah haji sedang melaksanakan rukun-rukun haji. 

    Niat

    نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

    (Nawaitu shouma arofata sunnatan lillaahi taaalaa)

    Artinya: "Saya niat puasa Arafah, Sunah karena Allah Taala".

    Itulah tadi beberapa puasa yang bisa dikerjakan ketika sudah memasuki bulan Dzulhijjah, apabila kita melaksanakan amalan-amalan yang sudah disebutkan tadi maka akan menghapus dosa-dosa yang telah diperbuat dan menambah pahala serta meningkatkan keimanan. 

    6. Puasa Bulan Muharram

    Ada dua amalan penting yang bisa dikerjakan pada bulan Muharram, amalan tersebut merupakan amalan puasa sunnah yang sayang jika dilewatkan mengingat berbagai keutamaan yang diperoleh bagi yang mengerjakannya. 

    Puasa tersebut adalah puasa Tasu'a dan puasa Asyura. Puasa Tasu'a dikerjakan pada 9 Muharam sedangkan puasa Asyura bisa dikerjakan pada 10 Muharam. 

    Puasa ini merupakan puasa yang sangat ingin dikerjakan oleh Rasulullah SAW. Hal tersebut tersebut tertuang dalam sebuah Hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas, Rasulullah SAW bersabda:

    "Sungguh seandainya aku masih hidup sampai tahun depan, niscaya aku akan berpuasa pada tanggal 9 dan 10 (Muharram)."

    Dari hadis di atas bisa diambil pelajaran bahwa tidak kah kita tergerak mewujudkan cita-cita baginda Rasulullah SAW. Yang ketika berbicara tentang ini beliau menggunakan berbagai penekanan. 

    Jika puasa Arafah dapat menghapus dosa tahun lalu dan dosa tahun yang akan datang maka pada bulan Muharram umat muslim kembali diberi hadiah yaitu jika mengerjakan puasa Asyura dan puasa tasu'a maka akan dihapuskan dosa di tahun yang lalu. 

    Dan tentu kita sebagai manusia tidak luput dari kesalahan baik itu kesalahan besar ataupun kesalahan yang kecil, baik itu yang disengaja maupun tidak disengaja. Dengan adanya kesempatan puasa Asyura dan puasa tasu'a ini alangkah baiknya tidak dilewatkan. Karena dengan amalan puasa sunah ini Allah berkenan menghapuskan dosa kita tahun lalu.

    Hal tersebut diungkapkan oleh Rasulullah SAW dalam sebuah hadits Beliau bersabda: "Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pernah mendapat pertanyaan tentang keutamaan puasa Arafah? Beliau (Rasulullah) menjawab, "Puasa Arafah akan menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang."Rasulullah juga ditanya mengenai keistimewaan puasa 'Asyura? Rasulullah menjawab, "Puasa 'Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu."

    Perbedaan Puasa Tasua dan Asyura

    Pertama yang akan kita bahas yaitu adalah puasa tasu'a jadi puasa tasu'a adalah puasa pembeda antara puasanya orang Yahudi.

    Pada zaman dahulu orang-orang Yahudi mengerjakan puasa di 10 Muharram untuk mengenang peristiwa Nabi Musa yang menang melawan Firaun. Karena kaum Yahudi mengerjakan puasa di 10 Muharram untuk membedakan hal tersebut maka umat muslim dianjurkan untuk mengerjakan dua puasa yaitu puasa di tanggal 9 dan 10 Muharram Jadi kesimpulannya puasa tasu'a adalah puasa pelengkap agar membedakan dari puasanya orang Yahudi. 

    Rasulullah SAW bersabda: 
    "Saya lebih hormat terhadap Musa dari kamu. Lalu beliau berpuasa pada hari itu dan menyuruh orang agar berpuasa."(HR. Bukhari Muslim).

    Puasa Asyura

    Puasa Asyura merupakan puasa yang dikerjakan sebagai bentuk rasa syukur dan penghormatan terhadap nabi Musa yang mengalahkan Firaun di laut Merah. 

    Dari Ibnu Abbas ra, Rasulullah SAW bersabda :
    Ketika Nabi shallallahu alaihi wa sallam tiba di Madinah, beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa di hari Asyura. Beliau bertanya, Hari apa ini?Mereka menjawab, Hari yang baik, hari di mana Allah menyelamatkan Bani Israil dari musuhnya, sehingga Musa-pun berpuasa pada hari ini sebagai bentuk syukur kepada Allah. Akhirnya Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, Kami (kaum muslimin) lebih layak menghormati Musa dari pada kalian.kemudian Nabi shallallahu alaihi wa sallam berpuasa dan memerintahkan para sahabat untuk puasa. (HR. Al Bukhari).

    Namun diantara keduanya sama-sama memiliki keutamaan yaitu merupakan puasa paling utama Setelah puasa Ramadhan, Rasulullah SAW bersabda:
    "Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah - Muharram. Sementara sholat yang paling utama setelah sholat wajib adalah sholat malam."(HR.Muslim) 

    Niat Puasa Tasua

    Latin: Nawaitu sauma tasu'a sunnatal lillahita'ala
    Artinya: "Saya niat berpuasa hari tasua, sunnah karena Allah ta'ala."

    Niat Puasa Asyura
    Nawaitu shauma ghadin an adai sunnatil asyura lillahi taala.
    Artinya, Aku berniat puasa sunah Asyura esok hari karena Allah SWT.

    7. Puasa Sya'ban

    Setiap bulan memiliki keistimewaan nya masing-masing begitu pula pada bulan Sya'ban. Ada berbagai amalan yang bisa dikerjakan pada bulan ini. Salah satunya, yaitu pada bulan ini seorang muslim dianjurkan untuk berpuasa Nisfu Sya'ban. 

    Puasa nisfu Sya'ban merupakan puasa sunah yang dikerjakan di pertengahan bulan sya'ban antara tanggal 13 sampai 15 Sya'ban. 

    Puasa ini dikerjakan sebagai bentuk penghormatan untuk menyambut puasa Ramadhan. 
    Seperti puasa yang telah kita bahas sebelumnya, puasa Nisfu Sya'ban ini juga memiliki banyak keutamaan yang bisa didapatkan dan sayang untuk dilewatkan. 

    Berikut kami sudah merangkum keutamaan menjalankan puasa Nisfu Sya'ban. 

    Keutamaan puasa nisfu Sya'ban

    Mengapa bulan Sya'ban disebut dengan bulan yang mulia dan Rasulullah sangat senang menyambut kedatangan bulan tersebut. Sebab pada saat itu Allah SWT turun ke langit dunia untuk mencari hamba-hambanya yang melakukan ibadah. Serta mengampuni dosa-dosa hambanya yang memohon ampunan. 

    Jadi selain dikerjakan sebagai menyambut bulan Ramadhan, puasa nisfu Sya'ban juga dikerjakan Rasulullah agar ketika amal perbuatan diangkat untuk diserahkan kepada Allah SWT beliau sedang menjalankan ibadah puasa. 

    Diriwayatkan bahwa 'Ali ibn Abi Thalib berkata: Rasulullah bersabda: "Ketika malam tengah Sya'ban, habiskan malamnya dengan sholat dan kerjakan puasa pada hari itu. Karena Allah turun saat matahari terbenam pada malam itu ke surga yang paling rendah dan berkata: 'Apakah tidak ada orang yang akan meminta ampun kepada-Ku, sehingga Aku dapat memaafkannya? Apakah tidak ada orang yang akan meminta rezeki kepada Ku, yang dapat Aku sediakan untuknya? Apakah tidak ada orang yang menderita masalah, sehingga saya dapat membebaskannya? ' Dan seterusnya, sampai fajar datang,"(Ibn Majah ). 

    Oleh karenanya bulan Sya'ban juga disebut dengan bulan pengampunan atau bulan Maghfirah, di mana pada bulan ini ada banyak syafaat dan pengampunan yang diberikan kepada bagi siapa saja yang mengerjakan amal soleh. Sehingga alangkah baiknya pada bulan ini umat muslim berlomba-lomba untuk melakukan kebaikan seperti puasa Nisfu Sya'ban berdzikir membaca Alquran dan bersedekah. 

    Niat

    Nawaitu shauma ghadin an adâi sunnati Syabana lillâhi taâlâ.

    Artinya, Aku berniat puasa sunah Syaban esok hari karena Allah SWT.

    Itulah tadi jenis-jenis puasayang bisa dikerjakan oleh Ummat muslim, setiap jenis puasa memiliki keutamaannya masing-masing, dimana hal tersebut bentuk kasih sayang Allah SWT kepada hamba-hambanya. Sebagai manusia yang tidak luput dari dosa, Allah SWT menyediakan berbagai puasa sunnah yang jika dikerjakan mampu menghapus dosa dan menambah pahala orang yang mengerjakannya. Maka pergunakanlah nikmat sehat dan waktu yang masih diberikan untuk memperbanyak amalan ke pada Allah SWT. 

    Waktu Haram Berpuasa

    Ada beberapa waktu dimana Rasulullah melarang ummatnya berpuasa. Pertama adalah pada tanggal 1 Syawal atau bertepatan dengan hari raya Idul Fitri. Pada hari yang merupakan hari kemenangan ini, sangat dilarang untuk melaksanakan puasa. Jika ingin berpuasa, pada tanggal 2 Syawalnya sudah diperbolehkan, yaitu puasa syawal yang dilaksanakan selama 6 hari di bulan Syawal. Waktu yang diharamkan berpuasa  yang kedua adalah pada hari raya Idul Adha atau 10 Dzulhijjah, kemudian hari tasyrik atau 3 hari setelah hari raya Idul Adha, yaitu 11,12, dan 13 Dzulhijjah. Jadi jika di total, dalam setahun ada 5 hari yang kita dilarang untuk berpuasa. Bahkan jika tetap nekad berpuasa di tanggal tersebut, bukan pahala yang didapatkan, tetapi dosa. 

    Doa Berbuka Puasa

    ذَهَبَ الظَّمَـأُ، وابْــتَلَّتِ العُرُوقُ، وثَــبَتَ الأَجْرُ إِن شَاءَ اللهُ
    Dzahabaz zhama'u wabtallatil 'uruqu wa tsabatal ajru, insyaallah.

    Artinya : "Telah hilang rasa haus, dan urat-urat telah basah serta pahala telah tetap, insya Allah."

    Selain mendapatkan pahala, orang yang berpuasa juga mendapatkan tiga manfaat sekaligus, apa saja manfaatnya? 

    Pertama kita mendapatkan pahala dari puasa yang dikerjakan.
    Kedua saat amal perbuatan diangkat ke langit menghadap Allah maka kita sedang berpuasa, 
    Dan Ketiga karena kita sedang berpuasa hal itu meminimalisir perbuatan dosa. Dan dosa-dosa yang kita kerjakan di masa lalu juga diampuni pada hari Senin sehingga banyak keutamaan yang didapatkan jika kita melakukan puasa Senin Kamis. 


    Rukun puasa

    Sebelumnya kita sudah membahas mengenai jenis-jenis puasa, keutamaan beserta niatnya, sebelum kita mengerjakan puasa alangkah baiknya kita mengetahui apa saja rukun-rukun puasa. 

    Rukun puasa merupakan ketentuan yang harus ditaati, agar puasa yang dikerjakan tidak sia-sia. 

    Berikut kami sudah merangkum beberapa rukun-rukun puasa yang perlu diketahui. 

    Rukun puasa

    Rukun puasa yang harus diketahui ada dua yaitu niat dan al-imsak. 

    Niat

    Niat merupakan rukun puasa yang tidak boleh dilupakan dalam menjalankan puasa, khususnya puasa wajib. Niat puasa harus dibaca sebelum terbit fajar, jadi niat ini bisa dikerjakan sebelum tidur dan saat sahur.

    Begitu pentingnya berniat sebelum menjalankan puasa, karena apabila lupa untuk berniat maka puasa dihitung tidak sah atau batal. Hal tersebut tertuang dalam sebuah hadis yang diriwayatkan dari Hafshah RA, Rasulullah bersabda,

    مَنْ لَمْ يُبَيِّتْ الصِّيَامَ قَبْلَ طُلُوعِ الْفَجْرِ فَلَا صِيَامَ لَهُ

    Artinya: "Barangsiapa yang tidak berniat ketika puasa sebelum fajar, maka tidak sah puasanya,"(HR.Tirmidzi).

    Namun hal tersebut tidak berlaku pada puasa sunnah. Jadi saat orang hendak melakukan puasa sunnah dia bisa melakukannya sesudah Fajar. hal tersebut tertuang dalam sebuah hadis yang di nukilkan oleh Aisyah dalam sebuah hadits. 

    هَلْ عِنْدَكُمْ مِنْ غَدَاء ؟ فقُالْنَا: لاَ. قَالَ: فَإِنيِّ إِذاً صَائِم

    Artinya: "Apakah kamu punya makanan?"Aku menjawab, "Tidak."Beliau lalu berkata, "Kalau begitu aku berpuasa,"(HR. Muslim, Abu Daud, Tirmidzi).

    Imsak atau menahan diri

    Imsak diartikan sebagai menahan diri, maksudnya adalah apabila telah masuk waktu Imsak maka orang yang berpuasa diwajibkan untuk bisa menahan dirinya dari segala sesuatu yang bisa membatalkan puasa. Batasan ini telah diterangkan Allah SWT di dalam Al-quran :

    وَكُلُواْ وَاشْرَبُواْ حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ثُمَّ أَتِمُّواْ الصِّيَامَ إِلَى الَّليْلِ

    Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai malam. (QS. Surat Al-Baqarah : 187)

    Syarat puasa

    Setelah mengetahui rukun puasa ada baiknya mengetahui syarat-syarat puasa, berikut kami sudah merangkum beberapa syarat puasa yang perlu diketahui. 

    Beragama Islam
    Orang yang wajib puasa adalah orang yang tentu saja harus beragama Islam Jadi orang yang di luar Islam tidak diwajibkan untuk berpuasa. 

    Baligh
    Orang yang diwajibkan untuk berpuasa adalah mereka yang sudah baligh. Jika laki-laki ditandai dengan mimpi basah dan apabila perempuan ditandai dengan munculnya haid atau menstruasi. 
    Namun anak-anak yang belum baligh juga bisa diajarkan untuk berpuasa sejak dini apabila tidak ada kendala yang menghalangi puasa tersebut dan selama anak itu mampu. Dengan catatan tidak boleh memaksakan hingga anak tersebut sampai jatuh sakit. 

    Berakal
    Orang yang wajib puasa juga harus memiliki jiwa yang sehat jadi orang yang gila atau hilang kesadaran tidak diwajibkan untuk berpuasa. 

    Sehat & Mampu

    Puasa juga harus dikerjakan dalam keadaan tubuh yang sehat Apabila seseorang sedang sakit atau ada kendala-kendala yang mengharuskan untuk tidak berpuasa maka boleh tidak berpuasa akan tetapi harus dibayar di lain waktu, namun apabila penyakitnya tidak ada kemungkinan untuk sembuh maka bisa juga dibayar dengan fidyah. 

    Tidak dalam Perjalanan
    Musafir atau orang yang sedang berada dalam perjalanan yang jauh, maka boleh untuk meninggalkan puasa akan tetapi harus dibayar pada waktu berikutnya. 

    Suci dari Haid dan Nifas
    Puasa juga harus dikerjakan oleh perempuan yang suci dari haid dan nifas. jadi orang yang sedang haid dan nifas tidak diwajibkan untuk berpuasa, bahkan haram hukumnya jika perempuan yang sedang haid dan nifas untuk melakukan puasa. namun harus membayar puasa nya di lain waktu ketika sudah Suci kembali dan di luar dari bulan Ramadhan. 

    Demikian artikel macam-macam puasa sunnah dan waktu pelaksanaannya, semoga bisa bermanfaat bagi kita semua. Aaamiinnn.

    Tebarkan kebaikan dengan membagi artikel ini lewat [WHATSAPP] atau lewat [FACEBOOK]

  • Adab Berdoa Agar Dikabulkan

    Dibaca .. x
    Dalam hidup ini tentu kita tidak terlepas dengan berbagai keinginan. Sebagai seorang manusia sungguh kita tidak memiliki daya upaya dalam memenuhi segala keinginan kita tanpa izin Allah SWT. Oleh karenanya dalam setiap keinginan tersebut hendaknya selain berusaha, kita juga memanjatkan lantunan doa kepada Allah Sang Pencipta. 

    Berdoa merupakan cara seorang hamba berkomunikasi dengan penciptanya, berdoa juga mencerminkan sikap keimanan dan kepercayaan kepada Sang Khalik. Dalam berdoa, ada adab yang harus dilakukan. Islam mengajarkan adab yang baik ketika seseorang harus berdoa. 

    Memang, dalam keseharian kita tentu tidak pernah lepas dengan doa yang dipanjatkan kepada Allah SWT, dari bangun tidur hingga tidur lagi semua dikerjakan setelah berdoa. Berikut kami rangkum adab berdoa agar dikabulkan dalam Islam.

    1. Diawali membaca basmalah, hamdalah, dan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW

    Alangkah baiknya segala aktivitas yang dikerjakan selalu didahului dengan kalimat basmalah. Bismillahirrahmanirrahim sendiri memiliki arti "Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang," sehingga segala yang kita kerjakan menjadi berkah dan bernilai ibadah.

    Begitu pula saat sedang berdoa, diawal sebelum menyebutkan maksud dan tujuan kita sebaik nya menyebut nama Allah dan mengucapkan pujian terlebih dahulu agar doa tadi bisa tebungkus sempurna. Selain itu jangan lupa untuk mengirimkan shalawat dan salam kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga dan sahabat-sahabat Beliau.

    2. Menyebutkan asma Allah sesuai maksud doa yang dipanjatkan

    Menyebutkan Asma Allah sesuai Maksud dari doa yang ingin dipanjatkan, maka doa tersebut mudah untuk diijabah oleh Allah SWT. Misalkan saja anda mengiginkan untuk diampuni segala dosanya maka sebutkan "Ya Ghaffar", lalu dilanjutkan dengan permohonan ampunan kepada Allah SWT. 

    Dalam Al-Quran Allah SWT berfirman : "Allah mempunyai asmaul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan". (QS. Al A'raf: 180)

    3. Menengadahkan tangan 

    Menengadahkan tangan ketika berdoa merupakan adab selanjutnya, dengan menengadahkan tangan membuktikan kesungguhan dalam berdoa. Menengadahkan tangan juga bisa diartikan permohonan penuh harap kepada sang Pencipta.

    4. Suara lemah lembut

    Tidak bersuara nyaring saat berdoa merupakan adab selanjutnya saat berdoa, berdoa dianjurkan dengan suara lirih dan merendah kepada Allah.

    Allah berfirman dalam Q.S Al A'raf Ayat 55 : " Berdoalah kepada Tuhan mu dengan merendah diri dan suara yang lembut, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. "

    Dalam hadis juga diterangkan mengenai berdoa dengan suara yang lemah lembut. Rasulullah SAW bersabda "Wahai manusia manusia, (fokuslah dalam berdoa) atas diri kalian, sesungguhnya kalian tidak sedang memanggil orang yang tuli,  dia bukan pula orang yang ghaib, sesungguhnya dia Allah menyertai kalian." (HR. Abu Musa al-Asy'ari).

    Demikian beberapa adab berdoa agar dikabulkan Allah, semoga bermanfaat dan dapat kita amalkan dalam kehidupan kita sehari-hari.

    Tebarkan kebaikan dengan membagi artikel ini lewat [WHATSAPP] atau lewat [FACEBOOK]

  • Adab Bertamu Dalam Islam

    Dibaca .. x

    Islam mengajarkan untuk saling menjalin silaturahmi serta mempererat hubungan persaudaraan. Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa ingin dilapangkan pintu rizqi untuknya dan dipanjangkan umurnya hendaknya ia menyambung tali silaturrahmi.” (HR Bukhari)

    Saling mengunjungi tidak hanya mendapat pahala tetapi juga bisa menyenangkan orang yang di kunjungi. Islam sudah mengatur bagaimana adab seorang muslim ketika bertamu, agar tidak menyusahkan orang yang dikunjungi apalagi sampai merasa keberatan dengan kedatangan kita.

    Berikut beberapa adab bertamu dalam Islam yang perlu diketahui

    1. Memperhatikan Waktu Berkunjung

    Ketika ingin bersilaturahmi ke tempat kerabat, hal yang perlu diperhatikan adalah waktu yang tepat untuk berkunjung. Jangan sampai waktu berkunjung kita mengganggu tuan rumah.

    Waktu yang perlu dihindari saat berkunjung yaitu sebelum subuh, setelah zuhur, dan sesudah isya. Karena biasanya pada waktu itu digunakan untuk istirahat. Namun bisa saja datang pada jam yang telah di sebutkan tadi jika sudah ada janji sebelumnya.

    2. Mengetuk Pintu dan Memberi Salam

    Mengetuk pintu ketika bertamu merupakan satu adab yang penting, jangan sampai memasuki rumah orang tanpa mengetuk,  karena itu bukan mencerminkan akhlak yang diajarkan Islam.

    Sembari mengetuk ucapkanlah salam, jika tidak ada jawaban selama tiga kali panggilan maka pulanglah dan atur jadwal ulang untuk berkunjung lagi.

    Rasulullah SAW bersabda "Minta izin masuk rumah itu tiga kali, jika diizinkan untuk kamu (masuklah) dan jika tidak maka pulanglah!" (HR. Bukhari dan Muslim)

    3. Menjaga Privasi Tuan Rumah

    Apabila ketika kita bertamu bertepatan dengan keadaan yang kurang mengenakkan terjadi di dalam rumah orang yang kita kunjungi, maka ada baiknya anda segera pulang dan pulanglah dengan keadaan buta, tuli, bisu.

    Makna dari buta, tuli dan bisu disini adalah butalah dengan apa yang kita lihat disana, tulilah atas apa yang kita dengar, serta bisu yang bermakna jangan menceritakan kepada orang lain apa yang sudah kita lihat dan dengar. Jangan sampai kita menjadi pemicu tersebarnya aib orang lain.

    4. Memperhatikan Batas Waktu Kunjungan

    Sebagai tamu maka kita dituntut untuk memperhatikan waktu kunjungan, karena mungkin saja tuan rumah sedang ingin istirahat atau sedang ada yang ingin dikerjakan, dan tentu tuan rumah tidak enak untuk mengatakan pada kita demi menghormati tamunya, oleh karenanya kesadaran diri sangat diperlukan saat bertamu.

    Jika kita menginap ditempat kerabat maka usahakan jangan lebih dari tiga hari, sebab jika lebih dari itu akan membuat tuan rumah tidak nyaman.

    Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Akhir, hendaknya ia memuliakan tamunya dan menjamunya siang dan malam, dan bertamu itu tiga hari, lebih dari itu adalah sedekah baginya, tidak halal bagi tamu tinggal (bermalam) hingga (ahli bait) mengeluarkannya.” (HR Bukhari dan Muslim).

    Itu tadi beberapa dari banyaknya adab bertamu dalam Islam, semoga bermanfaat.

    istilah pencarian:

    • adab waktu bertamu
    • adab bertamu dan menginap
    • waktu bertamu dalam islam
    • adab bertetangga
    • waktu yang dilarang untuk bertamu
    • Apa saja adab bertamu?
    • Bagaimana cara bertamu yang sesuai Adab Islam?
    • Kapankah waktu yang tidak tepat saat bertamu?

    Tebarkan kebaikan dengan membagi artikel ini lewat [WHATSAPP] atau lewat [FACEBOOK]

  • Amalan Terbebas dari Hutang

    Dibaca .. x

    Hutang dalam pandangan Islam hukumnya sah dan diperbolehkan. selama akadnya jelas, sesuai dengan syarat dan ketentuan, yaitu orang yang mempiutangkan tidak memberi kelebihan atau mendapatkan keuntungan dari apa yang diutangkan.

    Pada dasarnya hutang piutang dilakukan untuk meringankan orang lain yang sedang memerlukan kebutuhan mendesak. Namun tidak jarang sekarang kita melihat banyak fenomena orang-orang yang terjerat dalam hutang yang tidak berkesudahan.

    Akibatnya esensi hutang yang seharusnya dapat meringankan masalah, berbalik menjadi masalah besar. Keadaan ini terjadi karena masih banyak muslim yang awan dengan hukum hutang piutang sehingga banyak yang terjebak pada praktik riba yang bertentangan dengan syariat Islam.

    Berikut kami sudah merangkum beberapa cara atau amalan terbebas dari hutang.

    1. Niat yang kuat untuk melunasinya

    Hal yang pertama dan yang utama yang perlu anda lakukan jika ingin terbebas dari hutang yaitu memiliki niat yang kuat untuk melunasinya. Karena tanpa adanya niat maka orang yang berhutang akan menunda-nunda untuk membayarnya.

    Sedangkan hutang adalah hal yang wajib di bayar bahkan hutang tidak akan lunas walaupun orang yang berhutang telah meninggal. Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang mengambil harta-harta manusia (berutang) dengan niatan ingin melunasinya, Allah akan melunaskannya. Dan barangsiapa yang berutang dengan niat ingin merugikannya, Allah akan membinasakannya" (HR Bukhari: 2387).

    2. Doa yang tidak putus

    Dalam perkara hutang ini jangan pernah lupa memanjatkan doa kepada Allah SWT agar dimudahkan dalam melunasinya. Berdoa bisa kapan saja tapi alangkah baiknya jika tidak melewatkan waktu-waktu mustajab dikabulkannya doa agar cepat diijabah oleh Allah SWT. Seperti  pada waktu sepertiga malam, saat turun hujan, antara azan dan iqomah, setelah berbuka puasa, dan pada hari Jum'at.

    3. Bekerja keras melunasi hutang dan mengenyampingkan keinginan

    Niat dan doa saja belum cukup tanpa adanya kerja keras yang dilakukan demi mengusahakan cara agar hutang tersebut bisa terbayar. Jika hasil dari kerja sudah terkumpul jangan menunda-nunda dan segeralah membayarnya.

    Jika pada saat bersamaan ada keinginan pribadi terhadap sesuatu mana yang didahulukan? Maka utamakan membayar hutang terlebih dahulu karena melunasi hutang hukumnya wajib dan keinginan atau kebutuhan yang tidak terlalu perlu masih bisa ditunda di kemudian hari.

    4. Memiliki perencanaan yang bagus

    Perencanaan yang bagus akan mempercepat pelunasan hutang. Pertama-tama hitung pendapatan yang mampu anda hasilkan selama sebulan. Lalu anggarkan berapa yang ingin anda sisihkan, Misalkan saja untuk kebutuhan pribadi 30% dan 70% untuk membayar hutang.

    Jadikan pelunasan hutang sebagai prioritas dan alokasikan sisanya untuk kebutuhan Anda sehari-hari.  Tanpa adanya kontrol dan perencanaan yang bagus bisa dipastikan hutang anda akan susah untuk lunas.

    5. Perbanyak istighfar

    Perbanyak istighfar, karena dalam istighfar Allah menjanjikan kalapangan pada setiap urusan dan rezeki yang datang tanpa di duga. Rasullulah SAW bersabda “Barang siapa memperbanyak istighfar; niscaya Allah memberikan jalan keluar bagi setiap kesedihannya, kelapangan untuk setiap kesempitannya dan rizki dari arah yang tidak disangka-sangka” (HR. Ahmad dari Ibnu Abbas).

    Istighfar bisa anda lakukan dimanapun dan kapanpun jadi sempatkan  waktu untuk selalu beristighfar kepada Allah SWT.

    6. Tetap ber-sedekah

    Walaupun hutang menumpuk, usahakan tetap melakukan sedekah. Jika sedekah uang, tak mengapa jumlahnya sedikit, walaupun hanya seribu dua ribu rupiah. Allah melihat niatnya, bukan nominalnya. Selain itu, lakukan sedekah yang lain misalnya dengan tenaga dan pikiran, untuk kegiatan yang bermanfaat untuk ummat.

    Itu tadi beberapa amalan terbebas dari hutang, yang bisa dilakukan agar terbebas dari jerat hutang terutama hutang riba, semoga bermanfaat.

    Istilah pencarian:

    • dzikir melunasi hutang
    • melunasi hutang dengan bantuan Allah
    • doa terbebas dari hutang yusuf mansur
    • amalan lunas hutang 1 hari
    • doa terbebas dari hutang sesuai sunnah
    • doa terbebas dari hutang riba
    • 5 dzikir pelunas hutang
    • doa terbebas dari hutang dibaca sebelum tidur

    Tebarkan kebaikan dengan membagi artikel ini lewat [WHATSAPP] atau lewat [FACEBOOK]

  • Cara Memasang Widget Kalender Hijriah Islam di Blog

    Dibaca .. x

    Rasanya kurang sempurna jika blog temen-temen yang sudah keren tidak dilengkapi dengan kalender Hijriyah atau kalender Islam. Padahal sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia maka sudah selayaknya blog-blog berbahasa Indonesia memiliki widget kalender Hijriah. 

    Masalahnya penyedia widget kalender Hijriyah jarang sekali. Kalaupun ada biasanya berasal dari luar negeri. Tentu saja sistem penanggalan Hijriyah yang berlaku di luar negeri misalnya Arab Saudi bisa jadi berbeda dengan penanggalan yang ada di Indonesia. Mengapa demikian? Sistem penanggalan Hijriyah bersandar pada peredaran bulan. Jadi tanggal 1 nya adalah ketika bulan muncul pertama kali. Nah biasanya muncul tidaknya bulan ini pertama kali dipengaruhi oleh posisi geografis suatu negara. Bisa jadi di Arab Saudi sana bulannya sudah muncul di Indonesia belum. 

    Agar lebih memasyarakatkan kalender Hijriyah atau Islam maka sudah selayaknya blog-blog kita memasang widget kalender Islam. 

    Bagaimana cara memasang widget kalender Islam di blog? Sangat mudah. 

    Teman-teman cukup mengcopy paste kode berikut ini yang sudah kami bikin. 

    Copy paste nya kemana? Untuk pengguna blogger buka blog kemudian klik tata letak lalu pilih tambahkan widget. Lalu pilih tambahkan HTML/JavaScript. Nah di kotak tersebut pastekan kode di atas lalu tekan tombol simpan. 

    Temen-temen kemudian bisa lihat hasilnya. Tanggal kalender Hijriah sudah terpampang di di blog teman-teman. 

    Tapi kok di HP tidak muncul? Berarti perlu settingan widget yang dimunculkan di HP yaitu dengan memberikan kode mobile='yes'. 

    Cukup mudahkan cara memasang widget kalender Hijriah di blog teman-teman. Jika dirasa bermanfaat silahkan sebarkan informasi ini. 

    Tebarkan kebaikan dengan membagi artikel ini lewat [WHATSAPP] atau lewat [FACEBOOK]

  • Istighfar Pembuka Pintu Langit

    Dibaca .. x

    Istighfar merupakan upaya pendekatan diri kepada Allah SWT, selain itu istigfar juga bermakna permohonan ampun atas segala dosa yang telah diperbuat. Tapi tahukah anda ada hal yang dahsyat dari istighfar. Dalam sebuah hadis Rasulullah SAW bersabda : Barang siapa memperbanyak istighfar; niscaya Allah memberikan jalan keluar bagi setiap kesedihannya, kelapangan untuk setiap kesempitannya dan rizki dari arah yang tidak disangka-sangka” (HR. Ahmad berasal dari Ibnu Abbas).

    Dari kutipan hadis diatas bisa ditarik kesimpulan bahwa Allah SWT berjanji akan memberi banyak kenikmatan bagi siapa saja yang sering mengucapkan istighfar. Adapun istigfar pembuka pintu langit dapat dijabarkan lagi lebih lanjut sebagai berikut:

    Istighfar pembuka rezeki

    Dengan istighfar berarti kita mampu melihat kesalahan kita, dan dengan kerelaan memohon ampunan pada Allah SWT oleh karenanya Allah SWT mengganjar hambanya yang rajin melafazkan istighfar dengan nikmat rizki yang datang tanpa di duga.  

    Oleh karenanya siapa saja yang ingin dimudahkan dalam perkara rizki maka perbanyaklah mengucapkan istighfar kepada Allah SWT. 

    Penghapusan Dosa

    Dengan istighfar kepada Allah SWT maka dapat menggugurkan Dosa bagi orang yang bertaubat.Hal tersebut telah dicontohkan oleh baginda Rasulullah SAW. 

    "Demi Allah, aku sungguh beristighfar pada Allah dan bertaubat pada-Nya dalam sehari lebih dari 70 kali." (HR.Bukhari) 

    Bahkan Rasulullah yang dijamin Surga oleh Allah SWT tak pernah melewatkan istighfar. Maka Sudah sepantasnya kita manusia biasa yang tidak luput dari khilaf dan dosa ini selalu beristighfar kepada Allah SWT. 

    Melapangkan segala urusan

    Manfaat lain dari istighfar yaitu melapangkan segala urusan yang rumit. Jadi apabila sekarang anda berada dalam keadaan yang sulit, maka perbanyaklah beristighfar, sebab dengan istighfar maka Allah SWT akan memberikan jalan keluar atas segala masalah yang dihadapi. 

    Istighfar merupakan kegiatan yang ringan dilakukan namun sarat manfaat, lebih lagi istighfar bisa dilakukan di manapun dan kapanpun. Istighfar yang dilakukan secara konsisten menandakan adanya kesungguhan orang yg melafazkannya. Dengan istighfar maka akan terjadi instropeksi diri atas perbuatan yang keliru di masa lalu. Allah SWT berfirman "istighfarlah kepada Rabb–mu lalu bertaubatlah kepada-Nya; niscaya Dia akan memberimu kenikmatan yang terus-menerus…” (QS. Hud: 3).

    Begitu banyak manfaat dari istighfar maka dari itu marilah mulai sekarang perbanyak melafazkan istighfar agar Allah SWT memudahkan setiap langkah yang kita jalani. Semoga artikel istigfar pembuka pintu langit ini bermanfaat adanya. Terima kasih.

    Tebarkan kebaikan dengan membagi artikel ini lewat [WHATSAPP] atau lewat [FACEBOOK]

  • Keistimewaan Hujan dalam Islam

    Dibaca .. x

    Islam merupakan agama rahmatan lil'alamin, segala sesuatu yang di ciptakan Allah SWT di muka bumi ini tentu memiliki manfaat dan pelajaran. Begitu pula dengan turunnya hujan. Hujan merupakan bukti rahmat dan kasih sayang Allah kepada hambanya. 

    Dalam artikel ini kami akan membahas 3 poin penting yang perlu diketahui mengenai keistimewaan hujan dalam Islam dan manfaatnya bagi seluruh makhluk hidup.

    1. Sumber kehidupan

    Air memiliki peran penting atas keberlangsungan makhluk hidup di muka bumi ini. Dengan airlah segala tumbuhan bisa hidup, dan air juga merupakan hal utama yang tidak bisa terlepas dari manusia sebab manusia sangat bergantung dengan air untuk munjang kehidupan sehari-hari. 

    Dalam Al-quran surah al-Anbiyaa ayat 30 Allah SWT berfirman:  "Kami menghidupkan segala sesuatu menjadi hidup dengan air yang turun dari langit, yaitu menghidupkan hewan, tanaman, dan pepohonan. Air hujan inilah sebab hidupnya segala sesuat"

    Oleh karenanya hujan memiliki peran penting atas ketersediaan air dimuka bumi ini. Tak bisa dibayangkan jika air hujan tidak turun sudah barang tentu akan banyak kerugian yang akan dialami. 

    2. Hujan sebagai berkah

    Hujan merupakan anugrah besar yang diberikan oleh Allah SWT. Kalaupun ketika hujan banyak wilayah yang akhirnya terendam banjir, tapi perlu diketahui bahwa pemicu banjir bukan dari hujannya tapi dari manusia yang merusak alam. Karna seyogyanya hujan merupakan berkah yang bermanfaat bagi manusia. 

    Dalam Al-quran surah Qaaf ayat ke-9 Allah SWT berfirman : "Dan Kami turunkan dari langit air yang penuh keberkahan, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu pohon-pohon dan biji-biji tanaman yang diketam." 

    Sebagai ummat muslim sebaiknya kejadian alam dijadikan bahan renungan bersama dan diharpakan hujan tidak menjadadi musibah,seperti banjir, tanah longsor dan lain sebagainya. Agar keberkahan dari setiap tetes hujan dapat di rasakan seluruh makhluk hidup. 

    3. Doa dikabulkan saat hujan

    Ketika hujan turun juga merupakan waktu yang baik untuk berdoa, sebab saat hujan doa yang dipanjatkan akan mudah terkabul.  Rasulullah SAW bersabda terkait hal tersebut: “Dua do’a yang tidak akan ditolak: do’a diantara adzan dan iqamah, dan do’a ketika ketika turunnya hujan.” (HR Al Hakim dan Al Baihaqi) "

    Oleh karenanya ummat muslim dianjurkan untuk berdoa ketika turun hujan, untuk meminta keberkahan serta menyampaikan hajat baik yang diharapkan. 

    Itu tadi beberapa keistimewaan hujan dalam Islam, semoga bisa bermanfaat dan mari kita menyambut dengan suka cita hujan yang turun. 

    Tebarkan kebaikan dengan membagi artikel ini lewat [WHATSAPP] atau lewat [FACEBOOK]

  • Bulan Safar Menurut Islam dan Beberapa Peristiwa Penting di Dalamnya

    Dibaca .. x

    Bulan Safar merupakan salah satu bulan yang ada di dalam kalender hijriah. Di mana, bulan ini merupakan bulan kedua. Ada banyak peristiwa penting yang bisa ditemukan pada bulan ini. Dalam bahasa Arab sendiri, ‘Safar’ artinya kosong. Karena pada zaman dulu, orang Arab pergi berperang pada bulan ini. Sehingga, menyebabkan kekosongan pada kota Mekkah. 

    Selain itu, Safar juga berarti ‘siulan angin’. Angin di sini merujuk pada cuaca, di mana pada bulan Safar menjadi bulan paling berangin sepanjang tahunnya. Di tahun ini, bulan Safar jatuh pada tanggal 8 September. Biasanya, kebanyakan orang percaya mitos bahwa bulan ini merupakan bulan kesialan. 

    Namun tentunya, dengan berbagai peristiwa penting yang terjadi pada bulan ini, membantah segala mitos yang beredar di masyarakat. Sebenarnya, tidak ada waktu yang sial. Semua waktu tentu saja baik. Bahkan, dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda bahwa tidak ada kesialan pada bulan Safar. Ini berarti bulan Safar menurut islam memiliki banyak keutamaan. 

    Peristiwa Penting yang Terjadi di Bulan Safar 

    Bulan Safar merupakan perjalanan awal islam dengan banyaknya lika-liku. Di bulan ini terdapat banyak peristiwa penting yang harus kamu ketahui. Adapun beberapa peristiwa yang dimaksud adalah sebagai berikut. 

    1. Nabi Muhammad SAW menikah dengan Khadijah R.A. 
    2. Para tawanan perang Karbala memasuki istana Yazid di Syria
    3. Rasulullah SAW menikahkan putrinya, Sayiddah Fatimah dengan Ali Bin Abi Thalib 
    4. Peristiwa hijrahnya Rasulullah beserta dengan pengikutnya dari Mekkah ke Madinah
    5. Kesyahidan Hasan ibn Abi Thalib (R.A), cucu Rasulullah SAW dan putra dari Ali bin abi Thalib. 
    6. Rasulullah SAW jatuh sakit dan mengutus Usamah bin Zaid kepada pimpinan prajurit Rum sebelum beliau wafat. 
    7. Terjadinya perang Al-Abwa. Perang ini merupakan perang untuk menaklukkan kaum Quraisy, namun ternyata gagal. Perang Al-Abwa merupakan perang pertama umat muslim dan terjadi pada tahun 12 hijriah. 
    8. Tragedi Pengkhianatan (Ar Raji’)

    Tragedi ini merupakan tragedi pengkhianatan dari dua kabilah bani al-Qaaroh dan ‘Afdhal. Dinamakan Ar Raji’, karena tempatnya berada di Ar Raji’. 

    Beberapa Amalan yang Bisa Ditingkatkan Pada Bulan Safar 

    Selain berbagai peristiwa penting, di bulan ini juga banyak keutamaannya. Bahkan, ada beberapa amalan yang bisa ditingkatkan pada bulan ini. Beberapa amalan yang dimaksud adalah sebagai berikut. 

    Melaksanakan Puasa Sunnah 

    Bulan safar menurut islam sama seperti bulan lainnya. Di mana, kita harus selalu meningkatkan keimanan dan rasa syukur kepada Allah SWT. Di bulan Safar sendiri, kamu bisa melakukan puasa sunnah. Salah satu puasa sunnah yang bisa dikerjakan pada bulan ini adalah Puasa Ayyaumul Bidh. Biasanya, puasa ini dikerjakan 3 hari pada bulan Safar. Di tahun ini, ayyaumul bidh jatuh pada tanggal 20-22 September. 

    Memperbanyak Doa dan Dzikir 

    Amalan lain yang perlu ditingkatkan pada bulan ini adalah memperbanyak doa. Ada salah satu doa yang dikhususkan untuk bulan Safar. Selain itu, biasakan juga untuk lebih banyak berdzikir, agar hati lebih tenang. 

    Itulah beberapa hal mengenai bulan Safar menurut Islam, beberapa peristiwa di dalamnya dan amalan yang dibisa ditingkatkan. Untuk kamu yang masih percaya mitos mengenai bulan ini, bisa ssedikit-sedikit dilupakan. Sebab, semua bulan itu baik dan tidak memiliki kesialan apapun. 

    Tebarkan kebaikan dengan membagi artikel ini lewat [WHATSAPP] atau lewat [FACEBOOK]

  • 3 Cara Mengisi Waktu Luang Agar Bernilai Ibadah

    Dibaca .. x

    Waktu luang merupakan waktu senggang setelah segala pekerjaan telah terselesaikan. Setiap orang memiliki caranya masing-masing untuk mengisi waktu luang mereka. Namun sangat di sayangkan apabila waktu luang dibiarkan terlewat sia-sia dengan diisi hal yang tidak berguna. 

    Dalam sebuah hadis disebutkan "Ada dua nikmat yang banyak manusia tidak bisa memanfaatkan dengan baik, yaitu nikmat sehat dan waktu luang.” (HR. Bukhari). Seperti kita ketahui bersama bahwa Waktu adalah satu hal yang tidak akan pernah bisa terulang, maka dari itu isilah waktu luang kalian dengan hal yang bermanfaat dan bernilai ibadah dihadapan Allah SWT.

    Berikut adalah 3 cara memanfaatkan atau menggunakan waktu luang dengan baik sehingga bernilai ibadah dan dapat memberi kebahagian baik lahir maupun batin.

    1. Membaca Al-Quran

    Membaca Al-Quran merupakan kewajiban ummat Islam, kita sudah dikenalkan Al-Quran sejak masih kanak-kanak oleh orang tua kita.

    Namun karena banyaknya kesibukan duniawi sudahkah kita menyempatkan membaca Al-Quran hari ini?

    Dari sekian banyak manfaat membaca Al-Quran salah satunya yaitu dapat membuat hati menjadi tenteram, terlebih lagi ganjaran pahala bagi orang yg membacanya.

    Hal tersebut juga di jelaskan pada sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda: “Siapa saja membaca satu huruf dari Kitab Allah (Alquran), maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan itu dibalas dengan sepuluh kali lipatnya.” (HR. At-Tirmidzi).

    Oleh karenanya Jika anda memiliki waktu luang alangkah baiknya di gunakan untuk membaca Al-Quran. Ditambah lagi pada zaman sekarang sudah banyak fitur-fitur aplikasi Al-Quran yang bisa di download di gawai anda sehingga kapan dan dimanapun anda bisa membaca Al-Quran.

    2. Berzikir

    Hal yang bisa dilakukan selanjutnya untuk mengisi waktu luang yaitu Berzikir. Berzikir merupakan proses mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dengan berzikir hati menjadi tenang dan menghalau rasa cemas karena yakin perlindungan Allah SWT bagi orang yang mengingatnya.

    Dari Abu Hurairah a, dari Nabi `, beliau bersabda,“Dua kalimat yang ringan di lisan, namun berat ditimbangan, dan disukai Ar Rahman yaitu “Subhanallah wa bi hamdih, subhanallahil ‘azhim” (Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya. Maha Suci Allah Yang Maha Agung). (H.R. Bukhari no. 6682 dan Muslim no. 2694)

    Berzikir adalah kegiatan yang mudah dilakukan tapi memiliki manfaat yang besar bagi yang mengerjakannya.

    3.Mendengar Tausyiah

    Mendengarkan Tausyiah juga bisa menjadi pilihan kalian untuk mengisi waktu luang. dengan mendengar tausyiah maka akan menambah ilmu dan pengetahuan seputar agama. Serta muhasabah diri untuk meningkatkan keimanan kita kepada Allah.

    Selain itu juga Sekarang mendengar tausyiah bisa dilakukan tanpa harus tatap muka. Dengan gawai, kalian sudah bisa mendengar tausyiah tanpa mengurangi esensi dan ilmu yang disampaikan oleh penceramah.

    Itu tadi beberapa kegiatan yang bisa dilakukan untuk mengisi waktu luang agar bernilai ibadah, alangkah baiknya setiap waktu diisi dengan beribadah dan selalu mendekatkan diri kepada sang Pencipta.

    Tebarkan kebaikan dengan membagi artikel ini lewat [WHATSAPP] atau lewat [FACEBOOK]

  • Manfaat Menabung Dalam Islam

    Dibaca .. x

    Dimasa pandemi sekarang ini  sangat banyak dampak  yang ditimbulkan, bukan hanya virus itu sendiri tetapi juga berpengaruh pada sulitnya mencari mata pencaharian. Dampak yang harus diterima seperti banyaknya karyawan dirumahkan, pedagang kecil banyak gulung tikar dan lain sebagainya. Disinilah pentingnya simpanan harta seperti uang atau emas agar ketika tiba-tiba dirumahkan atau dagangan gulung tikar, tabungan tadi bisa menjadi sangat berguna. 

    Alangkah baiknya dalam hal mengatur keuangan kita bisa lebih bijak lagi tanpa memperturutkanan hawa nafsu, berikut kita akan membahas manfaat dalam menabung dalam Islam. 

    1. Membantu kebutuhan mendadak

    Kadang ada situasi tidak terduga yang membutuhkan pengeluaran lebih besar dari biasanya dan kejadian tersebut tidak ada dalam anggaran sebelumnya. Oleh karenanya sisihkan sebagian pendapatan yang anda peroleh untuk di tabung, dengan begitu jika sewaktu waktu terjadi seusatu yang membutuhkan dana yang besar anda sudah siap dan tidak perlu meminjam untuk menutupi hal tersebut. Nabi Muhammad SAW bersabda "Allah SWT memberi rahmat kepada seseorang yang berusaha dengan baik, membelanjakan secara sederhana, dan dapat menyisihkan kelebihan untuk menjaga saat dia miskin dan membutuhkannya.” (HR Bukhari dan Muslim). Dengan menabung maka kita akan siap dengan keadaan yang tidak terduga di masa akan datang. 

    2. Menjauhkan dari sifat boros

    Menabung dalam Islam bukan untuk menimbun harta, menabung merupakan cerminan sikap amanah atas rizky yang diberikan Allah SWT, dengan menabung maka kita akan terhindar dari sifat boros yang membelanjakan harta karena keinginan bukan karna kebutuhan. Pada hadis yang lain Nabi Muhammad SAW bersabda: "Simpanlah sebahagian daripada harta kamu untuk kebaikan masa depan kamu, karena itu jauh lebih baik bagimu.” (HR. Bukhari). 

    3. Menabung tidak menghalangi untuk berinfaq dan shodaqoh

    Menabung bukanlah penghalang untuk seseorang berinfaq dan shodaqoh, infaq dan shodaqoh merupakan soal keimanan, justru orang yang imannya kuat dia tidak akan melakukan hal yang sia-sia seperti membelanjakan harta pada yang tidak di perlukan, dan akan mengeluarkan infaq dan shodaqoh lebih kuat. 

    Itulah beberapa manfaat menabung dalam Islam, Semoga dengan mengetahui manfaatnya menjadikan kita lebih semangat lagi dalam menabung. 

    Tebarkan kebaikan dengan membagi artikel ini lewat [WHATSAPP] atau lewat [FACEBOOK]

  • Adab Makan dan Minum dalam Islam

    Dibaca .. x
    Islam merupakan agama yang sempurna, Islam datang untuk menyempurnakan kehidupan ummat manusia. Segala sesuatunya telah diatur dan dibungkus dengan rapi agar mudah di pahami dan diaplikasikan. Seperti tata cara dan adab dalam mengkonsumsi makanan.

    Makan merupakan hal yang tidak dapat terlepas dalam keseharian makhluk yang hidup di muka bumi, akan tetapi antara hewan, tumbuhan dan manusia ada yang membedakan. Dalam Islam tata cara makan sudah diatur dengan detail dan terperinci agar apa yang masuk tidak menjadi mudarat dalam tubuh tapi menjadi manfaat. Dalam artikel ini kami akan menguraikan beberapa adab dan tata cara makan yang penting dilakukan.

    1. Berdoa sebelum makan

    Islam mengajarkan segala kegiatan yang akan di lakukan harus diawali dengan berdoa, agar apa yang dikerjakan bernilai ibadah. Begitu pula saat hendak makan dan minum, hal tersebut dilakukan demi mendapat keberkahan dan manfaat dari apa yang kita konsumsi. Rasulullah SAW bersabda bahwa makanan yang tidak disebutkan nama Allah adalah jatah setan. "Sesungguhnya setan mendapatkan bagian makanan yang tidak disebutkan nama Allah padanya." (HR. Muslim).

    2. Duduk saat makan dan minum

    Duduk saat makan dan minum merupakan sebuah adab yang di ajarkan oleh Islam. Nabi Muhammad sendiri tidak pernah mencontohkan makan dan minum sambil berdiri, bahkan anjuran untuk makan dan minum sambil duduk tertuang dalam sebuah Hadis, Nabi Muhammad SAW bersabda : "Jangan kalian minum sambil berdiri. Apabila kalian lupa, maka hendaknya ia muntahkan.” (HR. Muslim). Begitu tegas larangan makan dan minum sambil berdiri, disamping itu mengkonsumsi makanan sambil duduk akan terlihat lebih sopan dan lebih sehat ketimbang makan sambil berdiri.

    3. Makan dengan tangan kanan

    Makan dengan tangan kanan merupakan salah satu adab selanjutnya saat makan dan minum. Nabi Muhammad sendiri mencontohkan makan dan minum dengan tangan kanan. Dalam sebuah hadis Rasulullah SAW bersabda, “Apabila salah seorang dari kalian makan, makanlah dengan tangan kanan dan minumlah dengan tangan kanan karena sesungguhnya setan makan dan minum dengan tangan kirinya.” (HR Muslim). Tentu kita tidak ingin di samakan dengan setan, maka dari itu utamakan makan dengan tangan kanan selama tidak ada kendala.

    4. Pastikan makanannya Halal

    Makanan halal merupakan inti terpenting yang harus di utamakan saat memilih makananmakanan. ada beberapa makanan yang di haramkan oleh Islam untuk di konsumsi seperti, daging babi, daging anjing, bangkai, darah, hewan buas, hewan bertaring, hewan yg hidup didua alam, burung yang berkuku tajam, dan makan yang di beli dengan uang haram. Karna apa yang dimakan akan menjadi daging dalam tubuh kita maka dari itu makanan haram juga bisa mempengaruhi sikap prilaku orang yang mengkonsumsi nya. Oleh karenanya makan dan minum lah apa yang di halal bagi kita.

    5. Menghabiskan makan

    Menghabiskan makanan merupakan wujud syukur terhadap Rizki yang diberikan oleh Allah, usahakan mengambil makanan sesuai dengan porsi yang dapat dihabiskan, agar tidak ada makanan yang tersisa dipiring.

    6. Mengucapkan tahmid setelah selesai makan

    Mengucapkan tahmid setelah selesai makan merupakan wujud syukur atas nikmat dan rizki yang di berikan oleh Allah SWT kepada kita. Barang siapa yang selalu mensyukuri atas apa yang diberikan kepadanya maka Allah akan menambah nikat tersebut.

    Itulah tadi beberapa adab dalam mengkonsumsi makanan, semoga bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

    Tebarkan kebaikan dengan membagi artikel ini lewat [WHATSAPP] atau lewat [FACEBOOK]

  • Bulan Shafar 1443 H

    Dibaca .. x
    Berikut adalah kalender hijriah Bulan Shafar 1443 H. Bulan shafar berlangsung dari September sampai dengan Oktober 2021 M.
    Tebarkan kebaikan dengan membagi artikel ini lewat [WHATSAPP] atau lewat [FACEBOOK]

  • Dasar Perhitungan Kalender Hijriah

    Dibaca .. x
    Terdapat dua jenis kalender yang paling dikenal secara umum, yakni kalender hijriah dan kalender masehi. Masing-masing dari jenis kalender memiliki dasar perhitungannya tersendiri. Jika kalender masehi mengacu pada pergerakan bulan dalam perhitungannya, kalender hijriah berpedoman pada pergerakan bulan. Pada artikel ini akan dijabarkan dasar perhitungan kalender hijriah.

    Dasar Perhitungan Kalender Hijriah

    Karena dasar perhitungannya menggunakan ukuran berapa lama bulan mengitari bumi, hal itu membuat tahun hijriah disebut dengan tahun bulan. Hal itu pula yang membuat tahun pada kalender ini disebut sebagai tahun islam ataupun tahun komariah.

    1. Revolusi Bulan

    Waktu yang dibutuhkan bulan untuk melakukan revolusi mengelilingu bumi ialah selama 29,5 hari. Hal itu membuat ukuran satu tahun dalam kalender hijriah terdiri dari 354 hari.

    2. Pembulatan

    Seperti yang sudah disebutkan, bulan membutuhkan waktu 29,5 hari untuk mengelilingi bumi. Untuk memermudah perhitungan tanggal, maka dilakukan pembulatan. Hal itu yang membuat bulan pada kalender ini terdiri dari 29 dan 30 hari.

    3. Tahun Kabisat

    Tahun kabisat merupakan pengecualian, untuk tahun ini kalender hijriah terdiri dari 355 hari. Perhitungan tahun kabisat dalam kalender hijriah ialah 30 tahun sekali.



    Berikut adalah sekilas tentang dasar perhitungan kalender hijriah. Setiap kalender memiliki dasar perhitungannya sendiri-sendiri. Semoga dapat mencerahkan ya!

    Tebarkan kebaikan dengan membagi artikel ini lewat [WHATSAPP] atau lewat [FACEBOOK]

  • Keutamaan Melakukan Ibadah Puasa Senin Kamis

    Dibaca .. x
    Puasa Senin Kamis ialah satu salah satu dari sekian banyak ibadah sunnah dalam ajaran Islam. Puasa ini biasa dilakukan sesuai namanya, yakni pada hari senin dan kamis. Pada artikel ini akan kami jabarkan secara singkat keutamaan puasa sunnah senin kamis. Jika Anda adalah umat muslim, mengerjakan ibadah yang satu ini akan membuat anda mendapatkan pahala dan keutamaan-keutamaan lainnya.

    Salah satu manfaat baik yang didapatkan oleh umat muslim yang mengerjakan ibadah ini ialah ditinggikan derajatnya serta dihapus kesalahan-kesalahannya. Sebab dalam ajaran Islam, hari senin dan kamis adalah waktu di mana amalan diangkat di hadapan Allah SWT. Hal itu membuat umat muslim dianjurkan untuk melakukan puasa walaupun tidak wajib.

    Selain itu, hari senin ialah hari saat Rasulullah SAW dilahirkan. Beliau juga menerima wahyu dari malaikat Jibril untuk pertama kalinya pada hari senin. Rasulullah pernah bersabda: “Itu adalah hari yang saya dilahirkan di dalamnya dan hari yang saya diangkat sebagai Rasul atau hari yang pada saya diturunkan Al-Quran.”(HR. Muslim).

    Niat Puasa Sunnah Senin Kamis

    Simak niat puasa sunnah senin kamis di bawah ini:

    1. Niat Puasa Sunnah Hari Senin

    Niat dalam bahasa latin:

    “Nawaitu sauma yaumal itsnaini sunnatan lillahi taa’ala”.

    Artinya:

    “Saya niat puasa hari senin, sunnah karena Allah ta’ala”.

    2. Niat Puasa Sunnah Hari Kamis

    Niat dalam bahasa latin:

    “Nawaitu sauma yaumal khomiisi sunnatan lillahi ta’ala”

    Artinya:

    “Saya niat puasa hari kamis, sunah karena Allah ta’ala”.

    Tebarkan kebaikan dengan membagi artikel ini lewat [WHATSAPP] atau lewat [FACEBOOK]

  • Nama-nama Bulan Hijriah dan Jumlah Harinya

    Dibaca .. x
    Sistem penanggalan dalam kalender Hijriah dan Masehi sama-sama memiliki jumlah bulan sebanyak 12 bulan. Perbedaannya terletak pada penggunaan dari keduanya. Kalender hijriah lebih berkaitan dengan umat Islam dan biasa digunakan sebagai acuan untuk melakukan aktivitas keagamaan orang Islam. Di bawah ini akan kami jabarkan nama-nama bulan hijriah dan jumlah harinya.

    1. Muharram

    Tanggal 1 Muharram merupakan tahun baru bagu umat Islam. Jumlah tanggal dari bulan ini ialah sebanyak 30 hari.

    2. Safar

    Bulan ini berkaitan dengan anjuran untuk pemuda arab untuk merantai. Bulan ini terdiri dari 29 hari.

    3. Rabi’ul Awal

    Bulan ini memiliki arti kembalinya pemuda yang merantai. Bulan ini terdiri dari 30 hari.

    4. Rabi’ul Akhir

    Terdiri dari 29 hari. Bulan ini memiliki arti saat bangsa Arab menggembalakan hewan ternak.

    5. Jumadil Awal

    Terdiri dari 30 hari. Arti dari bulan ini ialah “awal mula kekeringan”.

    6. Jumadil Akhir

    Memiliki arti “terbebas dari masa sulit”, bulan ini memiliki 29 hari.

    7. Rajab

    Arti dari Rajab ialah menahan diri. Bulan ini terdiri dari 30 hari.

    8. Sya’ban

    Arti dari bulan Sya’ban ialah berkelompok. Jumlah harinya ialah 29 hari.

    9. Ramadhan

    Arti dari ramadhan ialah sangat panas. Bulan ini terdiri dari 30 hari di mana umat Islam melakukan ibadah puasa.

    10. Syawal

    Arti dari Syawal ialah kebahagiaan dan terdiri dari 29 hari.

    11. Dzulqaidah

    Terdiri dari 30 hari, bulan ini bermakna istirahat.

    12. Dzulhijah

    Bulan ini merupakan bulan suci dan merupakan bulan di mana umat islam melaksanakan ibadah haji. Bulan ini terdiri dari 29 atau 30 hari.

    12 nama bulan di atas mungkin sudah familiar bagi umat islam. Setiap bulan memiliki artinya tersendiri dan jumlah hari yang berbeda-beda. Sekian penjabaran nama-nama bulan hijriah dan jumlah harinya.

    Tebarkan kebaikan dengan membagi artikel ini lewat [WHATSAPP] atau lewat [FACEBOOK]

  • Sejarah lahirnya Tahun Baru Islam

    Dibaca .. x
    Tahun ini, 1 Muharram 1443 Hijriyah jatuh pada 10 Agustus 2021 yang lalu. Tanggal tersebut juga sekaligus ditetapkan sebagai tahun baru Islam. Sejarah lahirnya tahun baru islam ialah ditandai dengan peristiwa Nabi Muhammad SAW melakukan hijrah pada tahun 622 Masehi. Peristiwa itu pula yang melatarbelakangi terciptanya kalender hijriah. Namun, tahun baru Islam baru dimulai perhitungannya saat masa Umar bin Khattab R.a. Masa tersebut terjadi setelah 6 tahun wafatnya Nabi Muhammad SAW.

    Dahulu sebelum bangsa Arab mengenal kalender hijriah, mereka menggunakan peristiwa-peristiwa penting untuk menandai waktu. Contoh konkritnya peristiwa kelahiran Nabi Muhammad SAW yang terjadi di tahun yang sama saat penyerangan Kabah oleh pasukan gajah. Hal itu membuat bangsa Arab menamakan tahun kelahiran Nabi Muhammad SAW sebagai tahun gajah.

    Kalender Hijriyah juga terdiri dari 12 bulan sebagaimana kalender Masehi. Nama-nama bulan pada kalender Hijriyah diantaranya ialah Muharram, Shafar, Rabi’ul Awal, Rabi’ul Akhir, Jumadil Awal, Jumadil Akhir, Rajab, Sya’ban, Ramadhan, Syawal, Dzulqa’idah, dan Dzulhijjah. Masing-masing bulan memiliki jumlah hari antara 29 dan 30 hari. Sejarah lahirnya tahun baru Islam pastinya sangat panjang dan tak cukup dibahas pada artikel ini. Namun setidaknya Anda bisa memahami garis besar dari sejarah lahirnya tahun baru Islam.
    Tebarkan kebaikan dengan membagi artikel ini lewat [WHATSAPP] atau lewat [FACEBOOK]